kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.087.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.891   16,00   0,09%
  • IDX 7.389   -51,51   -0,69%
  • KOMPAS100 1.027   -9,91   -0,95%
  • LQ45 752   -7,70   -1,01%
  • ISSI 260   -2,22   -0,85%
  • IDX30 399   -2,52   -0,63%
  • IDXHIDIV20 491   -4,11   -0,83%
  • IDX80 115   -1,17   -1,01%
  • IDXV30 133   -1,68   -1,25%
  • IDXQ30 129   -0,54   -0,42%

S&P Sebut Pemulihan Kepercayaan Investor Jadi Kunci Dukungan Kredit Indonesia


Kamis, 19 Februari 2026 / 11:41 WIB
S&P Sebut Pemulihan Kepercayaan Investor Jadi Kunci Dukungan Kredit Indonesia
Logo S&P Global ditampilkan di kantornya di distrik keuangan di Kota New York (REUTERS/Arsip)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. S&P Global Ratings menilai pemulihan kepercayaan investor menjadi faktor krusial bagi dukungan kredit negara (sovereign support) Indonesia, menyusul gejolak pasar saham yang dipicu peringatan dari penyedia indeks global MSCI pada Januari 2026 lalu.

Dalam laporan terbarunya, S&P menyebut dampak langsung gejolak pasar terhadap metrik kredit negara Indonesia masih terbatas untuk saat ini. 

Lembaga pemeringkat itu mencatat otoritas Indonesia telah mengambil langkah untuk membenahi struktur pasar yang selama ini memengaruhi arus portofolio asing.

S&P menilai pelemahan kepercayaan investor masih dapat dipulihkan. Namun, kegagalan dalam memulihkan sentimen pasar dinilai berpotensi menimbulkan dampak yang lebih serius dibandingkan sekadar perubahan klasifikasi indeks oleh MSCI.

Baca Juga: Moody's Pangkas Outlook Kredit Indonesia Jadi Negatif, Begini Respons Kemenkeu

“Kerusakan terhadap kepercayaan investor masih bersifat reversibel. Namun jika tidak ditangani dengan baik, dampaknya bisa lebih berat daripada re-klasifikasi MSCI,” tulis analis S&P dalam laporan tersebut.

S&P juga mengingatkan bahwa peringkat kredit Indonesia sensitif terhadap kinerja fiskal dan stabilitas eksternal. Volatilitas pasar saham yang berlarut-larut berisiko meningkatkan kemungkinan penurunan peringkat kredit.

Sebelumnya, pada Januari, MSCI menyoroti persoalan transparansi yang memicu aksi jual di pasar saham Indonesia dan mendorong pemerintah mengumumkan paket reformasi pasar secara luas.

Baca Juga: Indonesia dan AS Teken Kerjasama di Sektor Energi Hingga Tekstil US$ 38,4 Miliar

Tekanan terhadap persepsi investor juga datang dari lembaga pemeringkat lain. Awal bulan ini, **Moody’s** menurunkan outlook Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil. Penurunan tersebut didasari oleh berkurangnya prediktabilitas dalam perumusan kebijakan.

Serangkaian penilaian ini menjadi tantangan tambahan bagi Indonesia, sebagai salah satu ekonomi terbesar di **G20**, dalam menjaga stabilitas pasar keuangan dan kepercayaan investor global.

Selanjutnya: Sinar Mas Agro (SMAR) Siapkan Dana Rp 220 Miliar untuk Bayar Obligasi Jatuh Tempo

Menarik Dibaca: Kerja Fleksibel Bukan Sekadar Tren, Ini Dampaknya bagi Pekerja

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×