kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   4.000   0,14%
  • USD/IDR 16.947   46,00   0,27%
  • IDX 8.289   -21,14   -0,25%
  • KOMPAS100 1.168   -1,30   -0,11%
  • LQ45 837   -1,27   -0,15%
  • ISSI 296   -0,45   -0,15%
  • IDX30 438   -0,15   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   -3,68   -0,70%
  • IDX80 130   -0,12   -0,09%
  • IDXV30 143   0,03   0,02%
  • IDXQ30 140   -0,95   -0,67%

S&P Sebut Pemulihan Kepercayaan Investor Jadi Kunci Dukungan Kredit Indonesia


Kamis, 19 Februari 2026 / 11:41 WIB
S&P Sebut Pemulihan Kepercayaan Investor Jadi Kunci Dukungan Kredit Indonesia
Logo S&P Global ditampilkan di kantornya di distrik keuangan di Kota New York (REUTERS/Arsip)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. S&P Global Ratings menilai pemulihan kepercayaan investor menjadi faktor krusial bagi dukungan kredit negara (sovereign support) Indonesia, menyusul gejolak pasar saham yang dipicu peringatan dari penyedia indeks global MSCI pada Januari 2026 lalu.

Dalam laporan terbarunya, S&P menyebut dampak langsung gejolak pasar terhadap metrik kredit negara Indonesia masih terbatas untuk saat ini. 

Lembaga pemeringkat itu mencatat otoritas Indonesia telah mengambil langkah untuk membenahi struktur pasar yang selama ini memengaruhi arus portofolio asing.

S&P menilai pelemahan kepercayaan investor masih dapat dipulihkan. Namun, kegagalan dalam memulihkan sentimen pasar dinilai berpotensi menimbulkan dampak yang lebih serius dibandingkan sekadar perubahan klasifikasi indeks oleh MSCI.

Baca Juga: Moody's Pangkas Outlook Kredit Indonesia Jadi Negatif, Begini Respons Kemenkeu

“Kerusakan terhadap kepercayaan investor masih bersifat reversibel. Namun jika tidak ditangani dengan baik, dampaknya bisa lebih berat daripada re-klasifikasi MSCI,” tulis analis S&P dalam laporan tersebut.

S&P juga mengingatkan bahwa peringkat kredit Indonesia sensitif terhadap kinerja fiskal dan stabilitas eksternal. Volatilitas pasar saham yang berlarut-larut berisiko meningkatkan kemungkinan penurunan peringkat kredit.

Sebelumnya, pada Januari, MSCI menyoroti persoalan transparansi yang memicu aksi jual di pasar saham Indonesia dan mendorong pemerintah mengumumkan paket reformasi pasar secara luas.

Baca Juga: Indonesia dan AS Teken Kerjasama di Sektor Energi Hingga Tekstil US$ 38,4 Miliar

Tekanan terhadap persepsi investor juga datang dari lembaga pemeringkat lain. Awal bulan ini, **Moody’s** menurunkan outlook Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil. Penurunan tersebut didasari oleh berkurangnya prediktabilitas dalam perumusan kebijakan.

Serangkaian penilaian ini menjadi tantangan tambahan bagi Indonesia, sebagai salah satu ekonomi terbesar di **G20**, dalam menjaga stabilitas pasar keuangan dan kepercayaan investor global.

Selanjutnya: Sinar Mas Agro (SMAR) Siapkan Dana Rp 220 Miliar untuk Bayar Obligasi Jatuh Tempo

Menarik Dibaca: Kerja Fleksibel Bukan Sekadar Tren, Ini Dampaknya bagi Pekerja

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×