kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.522   22,00   0,13%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Sosialisasi elpiji, pemerintah pakai dana efisiensi


Jumat, 03 September 2010 / 13:54 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menggunakan dana efisiensi untuk mendanai program sosialisasi penggunaan gas elpiji. Nilainya sebesar Rp 31 miliar.

Sejatinya, pemerintah sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 15 miliar untuk program sosialisasi itu. Namun, ternyata, Kementerian ESDM menilai dana tersebut masih kurang. "Kami sudah banyak melakukan sosialisasi tetapi masyarakat masih membutuhkan penyuluhan tambahan," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita Legowo.

Alhasil, agar program sosialisasi bisa terus berjalan, Kementerian ESDM berusaha mencari dana tambahan dengan caranya melakukan efisiensi semua program di kementerian ESDM. "Semua anggaran diperketat tanpa mengurangi target pencapaian," kata Evita.

Hasilnya, mampu terkumpul dana Rp 31 miliar. Selain untuk penyuluhan penggunaan tabung gas, dana tersebut juga guna membiayai penyuluhan dan pengawasan Stasisun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG). "Kami tidak mungkin mengajukan dana ke APBN karena tahun anggaran 2010 sudah berjalan," terang Evita.

Komisi VII DPR pun mendukung ide tersebut. Mereka menyetujui penggunaan dana efisiensi itu untuk sosialisasi masalah tabung gas di masyarakat. "Kami sepakat dan mendukungnya, agar tidak ada kasus ledakan tabung gas lagi di masyarakat," kata Teuku Riefky Harsa, Ketua Komisi VII DPR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×