Reporter: Hervin Jumar | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Gizi Nasional (BGN) merespons munculnya desakan untuk menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah sorotan terhadap tata kelola lembaganya.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan, fokus BGN saat ini bukan membahas penghentian program, melainkan membenahi tata kelola agar pelaksanaan MBG berjalan lebih transparan dan akuntabel.
Sudaryono mengatakan kritik terhadap pelaksanaan MBG merupakan hal yang wajar. Namun, ia menilai seruan untuk menghentikan atau membubarkan program tersebut bukan menjadi ranah BGN.
"Kalau ada yang atas nama kritik kemudian kritiknya sama dengan hentikan atau bubarkan MBG, bubarkan BGN, saya kira itu bukan ranah kami. Makan Bergizi adalah program Presiden Prabowo. Yang kita lakukan fokusnya adalah perbaikan tata kelola, menyediakan gizi yang baik dan aman bagi anak-anak kita, bagi ibu hamil, menyusui dan lansia, dan memberikan efek positif terhadap perekonomian khususnya berada di desa-desa," ujar Sudaryono di kantor BGN, Rabu (22/7/2026) sore.
Baca Juga: Kepala BGN Sudaryono Buka Pintu Kritik, Minta Publik Laporkan Dugaan Penyimpangan
Hal itu ia sampaikan usai melaksanakan rapat perdana bersama jajaran pejabat BGN di kantornya. Sudaryono menegaskan pembenahan tata kelola menjadi prioritas utama sejak hari pertama menjabat sebagai Kepala BGN.
Menurutnya, BGN menyadari masih terdapat berbagai persoalan, mulai dari dugaan penyelewengan, pelanggaran hukum hingga praktik yang belum transparan.
Oleh karena itu, BGN menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan dan penyidikan kepada aparat penegak hukum. Di sisi lain, lembaga tetap akan memastikan pelayanan kepada masyarakat melalui program MBG tidak terganggu.
"Kita mengetahui dan kita menyadari ada persoalan. Kita harus menyelesaikan persoalan, tidak boleh lari dari masalah. Urusan hukum adalah urusannya penegak hukum, dan kami siap mendukung apa pun yang dibutuhkan dalam proses penegakan hukum," katanya.
Sudaryono juga meminta seluruh pegawai yang tidak terlibat persoalan hukum tetap bekerja secara optimal. Ia menargetkan tata kelola BGN ke depan dibangun berbasis sistem agar tidak lagi bergantung pada individu.
Baca Juga: Revitalisasi Tata Kelola Program Gizi Kunci Percepat Pembangunan SDM Indonesia
"Yang tadinya gelap harus jadi terang, yang tadinya tidak transparan harus transparan. Tidak boleh lagi tergantung pada orang per orang, tetapi harus by system," ujarnya.
Selain melakukan pembenahan internal, Sudaryono membuka ruang bagi masyarakat dan media untuk ikut mengawasi pelaksanaan MBG.
Ia meminta setiap dugaan penyimpangan, termasuk yang terjadi di dapur penyedia makanan, segera dilaporkan agar dapat ditindaklanjuti.
"Kalau ada misalnya dapur kok enggak benar, segera laporkan. Kita langsung investigasi. Yang benar kita tegakkan dan yang baik juga harus kita jaga," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
