kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Soal Target Investasi Jumbo Tahun Depan, Bagini Kata Bahlil Lahadia


Jumat, 20 Oktober 2023 / 16:57 WIB
Soal Target Investasi Jumbo Tahun Depan, Bagini Kata Bahlil Lahadia
ILUSTRASI. Pemerintah optimis menargetkan investasi pada tahun depan mencapai Rp 1.650 triliun


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID-JAKARTA Pemerintah optimis menargetkan investasi pada tahun depan mencapai Rp 1.650 triliun. Angka ini meningkat 17,85% jika dibandingkan dengan target investasi 2023 sebesar Rp 1.400 triliun.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadia mengaku siap untuk mengejar target jumbo tersebut.

Hanya saja, dirinya masih bingung dengan alasan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang mengerek target investasi pada tahun depan. Padahal, perekonomian dunia pada 2024 masih misterius dan penuh ketidakpastian.

Baca Juga: Pekan Ketiga Oktober 2023, Arus Modal Asing Hengkang Rp 5,36 Triliun

"Tahun depan itu Rp 1.650 triliun diberikan target (investasi), sebenarnya kalian tanya ke Pak Airlangga boleh, Pak Airlangga jago bikin angka-angka, tapi gak jelas juga dia dapat dari mana angkanya," ujar Bahlil dalam Konferensi Pers di Jakarta, Jumat (20/10).

Kendati begitu, Bahlil tetap berkomitmen untuk mengejar target tersebut sesuatu dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Tapi oke, saya sebagai prajurit yang diperintahkan Pak Presiden Jokowi. Saya tidak dengan Airlangga, saya cuma dengan pak Jokowi," katanya.

Baca Juga: Sisa Rp 347 Triliun, Bahlil Yakin Bisa Kejar Target Investasi 2023

Sebelumnya, target investasi pada tahun depan tersebut disampaikan langsung oleh Airlangga dalam acara Executive Forum Media Indonesia, Kamis (9/3).

"Konsumsi dan investasi perlu didorong di tahun 2023 dan target investasi di tahun 2023 Rp 1.400 triliun, akan meningkat menjadi Rp 1.650 triliun di tahun 2024," kata Airlangga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×