kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Diserbu Asing, Pemerintah Klaim Pasar SBN Tetap Solid di Tengah Tekanan Global


Senin, 23 Februari 2026 / 19:16 WIB
Diserbu Asing, Pemerintah Klaim Pasar SBN Tetap Solid di Tengah Tekanan Global
ILUSTRASI. Kinerja Positif Pasar Obligasi (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengklaim minat investor asing terhadap Surat Berharga Negara (SBN), hal ini sejalan dengan kinerja pasar perdana Surat Berharga Negara (SBN) dinilai tetap solid di tengah tekanan global.

Pada tiga lelang pertama Surat Utang Negara (SUN) di awal 2026, rata-rata bid to cover ratio tercatat 2,2 kali, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Untuk Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), rata-rata bid to cover ratio tiga lelang pertama mencapai 3,8 kali, meningkat dari 2,2 kali pada awal tahun lalu.

"Selain itu, rata-rata tertimbang yield hasil lelang tetap terjaga. Ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia," ungkap Juda dalam konferensi pers APBN KiTa 2026 Edisi Februari, Senin (23/2/2026).

Baca Juga: Pemerintah Sudah Tarik Utang Baru Sebesar Rp 127,2 Triliun Pada Januari 2026

Ke depan, pemerintah memastikan stabilitas pasar SBN akan terus dijaga melalui koordinasi kebijakan yang erat dengan otoritas moneter.

Selain pasar domestik, pemerintah juga menerbitkan SBN dalam valuta asing (valas) di pasar global. Pada awal 2026, pemerintah menerbitkan global bond senilai US$ 2,7 miliar dengan memanfaatkan momentum likuiditas awal tahun secara prudent dan terukur.

Rinciannya, tenor 5 tahun sebesar US$ 1,1 miliar dengan yield 4,4%, tenor 10 tahun US$ 1,1 miliar dengan yield 5%, serta tenor 30 tahun US$ 500 juta dengan yield 5,5%.

Total permintaan investor mencapai US$ 7,7 miliar. Bid to cover ratio tercatat 2,6 kali untuk tenor 5 dan 10 tahun, serta 3,8 kali untuk tenor 30 tahun. "Capaian ini menunjukkan minat investor global terhadap SBN Indonesia masih cukup tinggi," ungkap Juda

Partisipasi investor didominasi oleh investor Asia, serta investor perbankan dan manajer aset global, yang mencerminkan basis investor yang relatif stabil. Indonesia juga menjadi salah satu sovereign Asia pertama yang menerbitkan obligasi dolar AS pada 2026, dengan final yield yang berhasil ditekan sekitar 30 basis poin dari indikasi awal.

Ke depan, strategi pembiayaan valas akan terus dilakukan secara oportunistik dan terukur dengan mempertimbangkan kondisi pasar keuangan global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×