Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengklaim minat investor asing terhadap Surat Berharga Negara (SBN), hal ini sejalan dengan kinerja pasar perdana Surat Berharga Negara (SBN) dinilai tetap solid di tengah tekanan global.
Pada tiga lelang pertama Surat Utang Negara (SUN) di awal 2026, rata-rata bid to cover ratio tercatat 2,2 kali, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Untuk Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), rata-rata bid to cover ratio tiga lelang pertama mencapai 3,8 kali, meningkat dari 2,2 kali pada awal tahun lalu.
"Selain itu, rata-rata tertimbang yield hasil lelang tetap terjaga. Ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia," ungkap Juda dalam konferensi pers APBN KiTa 2026 Edisi Februari, Senin (23/2/2026).
Baca Juga: Pemerintah Sudah Tarik Utang Baru Sebesar Rp 127,2 Triliun Pada Januari 2026
Ke depan, pemerintah memastikan stabilitas pasar SBN akan terus dijaga melalui koordinasi kebijakan yang erat dengan otoritas moneter.
Selain pasar domestik, pemerintah juga menerbitkan SBN dalam valuta asing (valas) di pasar global. Pada awal 2026, pemerintah menerbitkan global bond senilai US$ 2,7 miliar dengan memanfaatkan momentum likuiditas awal tahun secara prudent dan terukur.
Rinciannya, tenor 5 tahun sebesar US$ 1,1 miliar dengan yield 4,4%, tenor 10 tahun US$ 1,1 miliar dengan yield 5%, serta tenor 30 tahun US$ 500 juta dengan yield 5,5%.
Total permintaan investor mencapai US$ 7,7 miliar. Bid to cover ratio tercatat 2,6 kali untuk tenor 5 dan 10 tahun, serta 3,8 kali untuk tenor 30 tahun. "Capaian ini menunjukkan minat investor global terhadap SBN Indonesia masih cukup tinggi," ungkap Juda
Partisipasi investor didominasi oleh investor Asia, serta investor perbankan dan manajer aset global, yang mencerminkan basis investor yang relatif stabil. Indonesia juga menjadi salah satu sovereign Asia pertama yang menerbitkan obligasi dolar AS pada 2026, dengan final yield yang berhasil ditekan sekitar 30 basis poin dari indikasi awal.
Ke depan, strategi pembiayaan valas akan terus dilakukan secara oportunistik dan terukur dengan mempertimbangkan kondisi pasar keuangan global.
Selanjutnya: WIFI Masuk Fase Pertumbuhan Baru Lewat Internet Rakyat, Cek Rekomendasi Sahamnya
Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Selasa 24 Februari 2026, Atur Ketenangan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)