kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Soal Prabowo Mau Bikin Dokter Terbang, Istana: Fasilitas Kesehatan Belum Merata


Sabtu, 15 Agustus 2026 / 14:52 WIB
Soal Prabowo Mau Bikin Dokter Terbang, Istana: Fasilitas Kesehatan Belum Merata
ILUSTRASI. Mensesneg Prasetyo Hadi sampikan soal isu politik terkini (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menggagas konsep dokter terbang untuk mempercepat akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil. 

Gagasan baru ini disampaikan Presiden dalam Pidato Kenegaraan di Sidang Nota Keuangan di Gedung Parmenen, Jum'at (14/8/2026). 

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, gagasan tersebut muncul karena Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas, sementara jangkauan fasilitas kesehatan hingga kini belum merata.

Baca Juga: Indonesia Resmi Ekspor Beras ke Malaysia, Tahap Pertama 1000 Ton

“Dari situlah sebenarnya muncul gagasan atau ide. Dan di banyak negara memang juga tidak kemudian sudah menyeluruh ya, di beberapa negara di beberapa wilayah itu juga menerapkan hal yang sama untuk unit reaksi cepat kesehatan itu juga ada yang berbasis helikopter,” ujar Prasetyo di Istana Merdeka, Sabtu (15/8/2026).

Menurut Prasetyo, konsep dokter terbang ditujukan untuk mempercepat penanganan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah terpencil dan sulit menjangkau fasilitas kesehatan.

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini juga tengah berupaya memperbaiki fasilitas kesehatan yang sudah ada, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit umum daerah (RSUD).

Target tersebut diharapkan dapat memperpendek jarak dan waktu yang harus ditempuh masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan.

“Target pemerintah secepat-cepatnya ini untuk bisa memperbaiki seluruh puskesmas kita, memperbaiki RSUD-RSUD kita dengan harapan memperpendek baik jarak maupun waktu terhadap pelayanan kesehatan kepada rakyat kita yang di tempat yang paling jauh,” kata Prasetyo.

Meski demikian, Prasetyo mengatakan perbaikan fasilitas kesehatan secara fisik tidak selalu cukup untuk menjawab tantangan akses kesehatan di seluruh wilayah Indonesia.

Sebab, kondisi geografis Indonesia membuat terdapat sejumlah daerah yang tetap sulit dijangkau meskipun fasilitas kesehatan terus diperbaiki.

Karena itu, konsep dokter terbang menjadi salah satu gagasan yang disiapkan pemerintah untuk menjadi unit reaksi cepat kesehatan di wilayah tertentu.

Prasetyo menjelaskan, penggunaan moda transportasi udara tersebut tidak berarti setiap desa atau kelurahan akan memiliki fasilitas transportasi udara untuk pelayanan kesehatan.

“Tidak juga kemudian seluruh desa atau seluruh kelurahannya kemudian ada moda transportasi udaranya, kan tidak selalu seperti itu,” jelasnya.

Menurut dia, konsep tersebut lebih diarahkan untuk memberikan respons kesehatan secara cepat di daerah-daerah terpencil yang membutuhkan penanganan segera.

Prasetyo menyebut sejumlah negara juga telah menerapkan unit reaksi cepat kesehatan berbasis helikopter di wilayah tertentu. Pemerintah Indonesia kemudian melihat konsep tersebut sebagai salah satu opsi untuk mengatasi persoalan geografis dalam pelayanan kesehatan.

Gagasan dokter terbang ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses layanan kesehatan secara paralel dengan pembangunan dan revitalisasi fasilitas kesehatan di dalam negeri.

“Ini semua sedang dikerjakan ya,” ujar Prasetyo.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyiapkan terobosan layanan kesehatan berupa ambulans udara hingga tim dokter terbang untuk mempercepat evakuasi dan penanganan pasien di daerah terpencil. 

Kebijakan ini disiapkan menyusul masih adanya warga yang harus menempuh perjalanan berjam-jam untuk mendapatkan layanan kesehatan. 

Menurut Prabowo, kebutuhan ambulan udara salah satunya dipicu persoalan akses kesehatan yang masih menjadi hambatan serius di sejumlah daerah. 

Ia menerima laporan mengenai ibu yang meninggal saat hendak melahirkan karena harus menempuh perjalanan hingga berjam-jam menuju fasilitas kesehatan.

"Untuk itu kita akan akan membuat ambulans udara dengan helikopter dengan pesawat kecil yang bisa mendarat di lapangan-lapangan rumput, di lapangan-lapangan pasir, bisa mendarat di pinggir sungai supaya tidak ada rakyat kita yang tidak bisa evakuasi kalau dia sakit," kata Prabowo. 

Baca Juga: Bandara Nusantara IKN Berpeluang Jadi Embarkasi Haji dan Umrah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×