kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Indonesia Resmi Ekspor Beras ke Malaysia, Tahap Pertama 1000 Ton


Sabtu, 15 Agustus 2026 / 14:42 WIB
Indonesia Resmi Ekspor Beras ke Malaysia, Tahap Pertama 1000 Ton
ILUSTRASI. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman (chelsea KONTAN/Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ungkap rencana pembangunan peternakan ayam)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memastikan akan melakukan ekspor beras ke Malaysia dalam waktu dekat. Pada tahap pertama, ekspor akan dilakukan sebanyak 1.000 ton. 

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan ekspor beras ke Malaysia menjadi kabar baik bagi Indonesia sekaligus bukti bahwa produksi pangan nasional kini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga memiliki ruang untuk memasok pasar internasional. 

Ini juga menjadi sejarah baru dalam hubungan perberasan Indonesia dan Malaysia. Terlebih, kedua negara merupakan bangsa serumpun yang memiliki kedekatan geografis, historis, dan budaya.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 7,7 di NTT Tewaskan 14 Orang, Ribuan Warga Mengungsi

“Dulu kita pernah ekspor ke Palestina, ke Mesir, nah sekarang kita ekspor ke Malaysia,” ujar Mentan Amran saat memberikan keterangan kepada awak media, Jumat (14/8).

Menurut Amran, ekspor tersebut dilakukan setelah pemerintah memastikan ketersediaan beras nasional dalam kondisi aman. Hingga saat ini, stok beras yang berada di Bulog mencapai 5,2 juta ton. Pemerintah bahkan telah menyiapkan tambahan kapasitas penyimpanan karena produksi nasional berada pada posisi yang kuat.

“Di mana kita sudah swasembada beras, stok kita 5,2 juta ton sampai dengan hari ini. Bahkan kita sudah sewa gudang, 2 juta ton kita surplus,” katanya.

Amran menjelaskan, berdasarkan estimasi BPS, produksi beras nasional pada 2026 diperkirakan lebih tinggi dibandingkan 2025. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah membuka peluang ekspor dengan tetap mengutamakan kebutuhan domestik.

Amran menegaskan bahwa ekspor dilakukan secara terukur dan bertahap. Untuk tahap awal, Indonesia akan mengirim 1.000 ton beras premium ke Malaysia. Selanjutnya, jumlah tersebut berpotensi ditingkatkan hingga 200.000 ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan beras di Sarawak.

“Kalau ekspor ini kalau bisa minggu ini diberangkatkan 1.000 ton secara bertahap karena kebutuhan Sarawak saja 200.000 ton. Dan untuk satu Malaysia 1,5 sampai 1,7 juta ton per tahun,” ujar Amran.

Kerja sama tersebut juga telah dibicarakan langsung dengan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia, Datuk Seri Mohamad Sabu. Amran mengatakan pihak Malaysia memberikan apresiasi dan membuka peluang peningkatan volume ekspor beras dari Indonesia.

“Baru saja kami bicara dengan Menteri Pertanian Malaysia, Bapak Datuk Seri Mohamad Sabu. Beliau mengapresiasi dan beliau akan mempercepat dan memperbanyak ekspor dari Indonesia ke Malaysia,” katanya.

Dari sisi nilai ekonomi, harga beras yang disepakati berada di kisaran 3,9 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp17.000 per kilogram. Dengan potensi ekspor 200.000 ton, nilai perdagangan beras tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp3,39 triliun.

Baca Juga: Bandara Nusantara IKN Berpeluang Jadi Embarkasi Haji dan Umrah

Amran menegaskan, terbukanya pasar ekspor bukan hanya soal perdagangan antarnegara, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan pasar yang semakin luas dan harga yang kompetitif, petani Indonesia memperoleh peluang ekonomi yang lebih besar.

“Nah justru inilah langkah kesejahteraan petani karena kita ekspor,” tegasnya.

Amran juga memastikan kualitas beras yang diekspor akan tetap dijaga. Beras yang dikirim ke Malaysia merupakan beras premium dengan kualitas yang harus memenuhi standar pasar tujuan.

Sementara itu General Manager Padi dan Beras Borneo Sdn Bhd, Jumaat bin Ibrahim, mengatakan pengiriman 1.000 ton pertama tersebut menjadi langkah awal untuk memperkenalkan beras Indonesia di pasar Sarawak.

Ia menyebut kebutuhan beras di Sarawak mencapai sekitar 200.000 ton per tahun, sedangkan kebutuhan Malaysia secara keseluruhan mencapai lebih dari 1,5 juta ton per tahun.

“Untuk Sarawak kita membutuhkan lebih kurang 200.000 ton untuk setahun. Dan ini kita akan usahakan dengan cara promosi di mana 1.000 ton yang pertama itu sebagai langkah promosi kita untuk mempromosikan beras-beras Indonesia ke Sarawak khasnya dan Malaysia amnya,” ujar Jumaat.

Jumaat menilai kerja sama tersebut bukan semata-mata hubungan bisnis, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Malaysia yang memiliki kedekatan budaya dan sejarah sebagai satu rumpun.

“Bukan hanya untuk secara bisnis, tapi ini adalah satu kata orang menyambung silaturahmi,” katanya.

Ia menambahkan, pengiriman perdana 1.000 ton tersebut rencananya menggunakan jalur perbatasan Entikong, Kalimantan Barat, sebagai simbol kedekatan geografis antara Sarawak dan Kalimantan Barat.

“Untuk pertama kita akan order 1.000 ton dahulu dan kita akan menggunakan border Entikong untuk simboliknya untuk penghantaran yang pertama,” ujar Jumaat.

Baca Juga: Pemerintah Pusat Siapkan Bantuan Tangani Dampak Gempa Bumi di Flores, NTT

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU

[X]
×