Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan harga minyak dunia berpotensi memberikan tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama melalui meningkatnya beban subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan subsidi listrik.
Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu mengatakan, pemerintah perlu menyiapkan langkah untuk mengantisipasi tekanan tersebut, termasuk melalui penyesuaian harga energi secara bertahap.
"Tentu ini akan menciptakan tekanan dari segi subsidi BBM dan subsidi listrik," ujar Mari dalam Kontan Economic and Demographic Forum 2026, Selasa (29/9/2026).
Baca Juga: APBN 2027 Disahkan, Ekonom: Target Pertumbuhan 6% Dinilai Cukup Optimistis
Menurutnya, dalam jangka pendek, pemerintah dapat melakukan penyesuaian terhadap sejumlah harga energi. Namun, kenaikan harga perlu dilakukan secara bertahap agar tidak memberikan tekanan terlalu besar terhadap inflasi.
"Di jangka pendek apa yang bisa dilakukan tentu harga-harga tertentu perlu dinaikkan. Tapi bagaimana itu dilakukan secara bertahap sehingga tidak memberi tekanan yang besar terhadap inflasi," katanya.
Mari menambahkan, apabila pemerintah menaikkan harga BBM, kebijakan tersebut perlu diimbangi dengan pemberian kompensasi kepada masyarakat yang terdampak.
Kompensasi tersebut dapat diberikan melalui bantuan sosial (bansos), bantuan tunai langsung, maupun bentuk bantuan sosial lainnya.
Dengan demikian, menurut Mari, pemerintah perlu menjaga keseimbangan dari sisi fiskal dan APBN ketika melakukan penyesuaian harga energi.
"Kalau toh dinaikkan, umumnya yang dilakukan pemerintah, oke kita harus naikkan beberapa harga, kita harus memberi kompensasi dari segi bantuan sosial atau bantuan tunai langsung ataupun bantuan sosial yang lain," jelasnya.
Sementara dalam jangka menengah, Mari mendorong pemerintah untuk secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap subsidi BBM.
Baca Juga: Populasi Lansia Capai 65 Juta, Lembaga Demografi FEB UI Usulkan Bentuk Dana Pensiun
Pengurangan subsidi tersebut perlu dibarengi dengan peningkatan penggunaan energi listrik atau elektrifikasi, termasuk mendorong penggunaan kendaraan listrik seperti motor listrik.
"Di jangka menengah, bagaimana kita secara bertahap mengurangi subsidi BBM dan meningkatkan apa yang disebut sebagai penggunaan elektrifikasi, dari misalnya motor listrik dan lain-lain," pungkas Mari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














