kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 17.918   -10,00   -0,06%
  • IDX 6.199   79,73   1,30%
  • KOMPAS100 798   9,81   1,24%
  • LQ45 610   7,17   1,19%
  • ISSI 217   4,13   1,94%
  • IDX30 339   2,82   0,84%
  • IDXHIDIV20 432   2,95   0,69%
  • IDX80 91   1,18   1,31%
  • IDXV30 118   1,56   1,34%
  • IDXQ30 110   0,60   0,54%

Soal Natuna, Mahfud: Kami enggak mau perang dengan China


Selasa, 07 Januari 2020 / 05:05 WIB


Reporter: kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menegaskan, pemerintah akan meningkatkan patroli di perairan Laut Natuna setelah kapal China masuk dalam wilayah RI. Tapi, bukan untuk berperang.

"Kami sekali lagi enggak mau perang karena tidak ada konflik di situ (Natuna). Jadi untuk apa perang? Kami meningkatkan proporsionalitas patroli saja," kata Mahfud di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (6/1).

Mahfud mengatakan, pemerintah akan selalu menjaga kedaulatan RI. Peningkatan patroli di wilayah perairan Natuna juga merupakan bagian dalam mempertahankan kedaulatan wilayah.

Baca Juga: Soal Natuna, Luhut Panjaitan: Kedaulatan NKRI tidak ada kompromi

"Itu sudah hak sah kita, tidak ada nego. Yang lain jalan terus. Kan hubungan kita dengan China baik," ujarnya.

Sementara Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan, pemerintah sudah menyampaikan sikap jelas kepada Pemerintah China terkait pelanggaran kapal Tiongkok yang masuk ke wilayah Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia.

Menurut Retno, China harus mematuhi batasan area yang sudah UNCLOS 1982 putuskan. "Kami ingin Tiongkok mematuhi hukum Internasional termasuk di UNCLOS," imbuh dia.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×