kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Soal Natuna, Mahfud: Kami enggak mau perang dengan China


Selasa, 07 Januari 2020 / 05:05 WIB


Reporter: kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menegaskan, pemerintah akan meningkatkan patroli di perairan Laut Natuna setelah kapal China masuk dalam wilayah RI. Tapi, bukan untuk berperang.

"Kami sekali lagi enggak mau perang karena tidak ada konflik di situ (Natuna). Jadi untuk apa perang? Kami meningkatkan proporsionalitas patroli saja," kata Mahfud di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (6/1).

Mahfud mengatakan, pemerintah akan selalu menjaga kedaulatan RI. Peningkatan patroli di wilayah perairan Natuna juga merupakan bagian dalam mempertahankan kedaulatan wilayah.

Baca Juga: Soal Natuna, Luhut Panjaitan: Kedaulatan NKRI tidak ada kompromi

"Itu sudah hak sah kita, tidak ada nego. Yang lain jalan terus. Kan hubungan kita dengan China baik," ujarnya.

Sementara Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan, pemerintah sudah menyampaikan sikap jelas kepada Pemerintah China terkait pelanggaran kapal Tiongkok yang masuk ke wilayah Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia.

Menurut Retno, China harus mematuhi batasan area yang sudah UNCLOS 1982 putuskan. "Kami ingin Tiongkok mematuhi hukum Internasional termasuk di UNCLOS," imbuh dia.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×