kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.160   7,00   0,04%
  • IDX 4.958   -139,12   -2,73%
  • KOMPAS100 637   -19,71   -3,00%
  • LQ45 504   -13,64   -2,63%
  • ISSI 165   -4,96   -2,91%
  • IDX30 283   -7,80   -2,68%
  • IDXHIDIV20 381   -10,02   -2,56%
  • IDX80 74   -2,20   -2,91%
  • IDXV30 106   -2,76   -2,53%
  • IDXQ30 95   -2,54   -2,60%

Soal Natuna, Mahfud: Kami enggak mau perang dengan China


Selasa, 07 Januari 2020 / 05:05 WIB


Reporter: kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menegaskan, pemerintah akan meningkatkan patroli di perairan Laut Natuna setelah kapal China masuk dalam wilayah RI. Tapi, bukan untuk berperang.

"Kami sekali lagi enggak mau perang karena tidak ada konflik di situ (Natuna). Jadi untuk apa perang? Kami meningkatkan proporsionalitas patroli saja," kata Mahfud di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (6/1).

Mahfud mengatakan, pemerintah akan selalu menjaga kedaulatan RI. Peningkatan patroli di wilayah perairan Natuna juga merupakan bagian dalam mempertahankan kedaulatan wilayah.

Baca Juga: Soal Natuna, Luhut Panjaitan: Kedaulatan NKRI tidak ada kompromi

"Itu sudah hak sah kita, tidak ada nego. Yang lain jalan terus. Kan hubungan kita dengan China baik," ujarnya.

Sementara Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan, pemerintah sudah menyampaikan sikap jelas kepada Pemerintah China terkait pelanggaran kapal Tiongkok yang masuk ke wilayah Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia.

Menurut Retno, China harus mematuhi batasan area yang sudah UNCLOS 1982 putuskan. "Kami ingin Tiongkok mematuhi hukum Internasional termasuk di UNCLOS," imbuh dia.




TERBARU

[X]
×