kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.971   60,00   0,33%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Soal dampak asap, Walhi pertanyakan kinerja Puan


Jumat, 23 Oktober 2015 / 19:06 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atau Walhi mempertanyakan peran Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani dalam menangani dampak kebakaran hutan dan kabut asap.

Menurut Walhi, sejak kebakaran hutan dan kabut asap terjadi di sejumlah daerah di Sumatera dan Kalimantan beberapa bulan lalu, kinerja Puan tidak pernah terlihat.

"Ke mana peran Menko PMK mengatasi dampak kabut asap ini?" kata Direktur Eksekutif Walhi Abednego Tarigan kepada Kompas.com, Jumat (23/10).

Abed mengatakan, masalah kebakaran hutan, baik dalam aspek hukum maupun pemadaman, memang merupakan tanggung jawab kementerian dan instansi lain, yang berada di bawah Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan.

Namun, dampak dari kebakaran hutan dan kabut asap, seperti kesehatan hingga pendidikan, hingga kesejahteraan sosial, berada di bawah Kemenko PMK.

"Tanggung jawab Kemenko PMK itu dampak lanjutannya. Ini yang memang kami belum melihatnya," ucap Abednego.

Dia pun mencontohkan proses evakuasi yang berjalan lambat, tak adanya kepastian mengenai pendidikan anak-anak yang bersekolah, hingga pelayanan kesehatan yang juga belum maksimal.

"Kementerian-kementerian di bawah Menko PMK ini seperti jalan sendiri-sendiri," ucap dia.

Secara khusus, Abednego juga menyoroti rencana Kementerian Sosial yang memberikan dana bantuan Rp 900.000 per kepala keluarga. Menurut dia, dana tersebut tidak akan banyak membantu.

Terlebih lagi, penyalurannya hanya kepada pemegang Kartu Keluarga Sejahtera. "Seperti tidak ada leadership-nya di bagian penanganan dampak lanjutan ini," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×