kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.594.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 17.914   -4,00   -0,02%
  • IDX 6.014   -79,82   -1,31%
  • KOMPAS100 775   -10,09   -1,28%
  • LQ45 596   -6,15   -1,02%
  • ISSI 210   -2,96   -1,39%
  • IDX30 332   -2,60   -0,78%
  • IDXHIDIV20 426   -1,18   -0,28%
  • IDX80 89   -1,11   -1,23%
  • IDXV30 116   -0,62   -0,53%
  • IDXQ30 109   -0,41   -0,38%

Skema upah per jam disiapkan untuk pekerja di bawah 35 jam per minggu


Sabtu, 28 Desember 2019 / 15:15 WIB


Reporter: | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - BOGOR. Pemerintah merancang skema upah per jam untuk mendukung fleksibilitas tenaga kerja. Upah per jam tersebut diberikan bagi tenaga kerja yang berada di bawah ketentuan waktu kerja di Indonesia. 

Waktu kerja dalam Undang Undang (UU) nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan sebanyak 40 jam per minggu. "Di bawah 35 jam per minggu itu maka ada fleksibilitas itu. Nanti di bawah itu hitungannya per jam," ujar Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah usai rapat terbatas di Istana Bogor, Jumat (27/12).

Baca Juga: Berdasarkan omnibus law, korban PHK akan dapat insentif setara 6 bulan gaji

Hal itu menjadi fleksibilitas bagi dunia usaha dan pekerja. Pasalnya banyak sektor yang dinilai membutuhkan tenaga kerja dengan skema beberapa jam.

Rencana kebijakan tersebut pun diakui Ida telah dikomunikasikan dengan pelaku usaha dan serikat pekerja. Nantinya skema penghitungan upah per jam itu akan ditentukan.

"Pasti ada ketentuannya dong, ada formula penghitungannya," terang Ida.

Baca Juga: Banyak yang belum tahu, skema upah per jam hanya untuk pekerja jasa dan paruh waktu

Ida juga menegaskan kebijakan upah per jam ini tidak akan menghapus skema upah bulanan yang sudah ada. Skema upah bulanan tetap digunakan oleh tenaga kerja dengan waktu kerja 40 jam per minggu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×