kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Simak langkah BI jika BBM naik pada November nanti


Rabu, 01 Oktober 2014 / 16:53 WIB
Pekerja menyortir sayuran di Gudang PT. Eden Pangan Indonesia (Eden Farm) di Jakarta, Selasa (06/04). KONTAN/Baihaki/06/04/2021


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengaku sudah menyiapkan langkah jika akhirnya pemerintahan baru menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Langkah yang paling utama yang akan dilakukan BI adalah menjaga laju inflasi tetap stabil.

Agus memperkirakan, jika benar harga BBM bersubsidi naik pada bulan November 2014 sebesar Rp 3.000 per liter, maka tingkat laju inflasi bisa melonjak jadi 8,5%-9% hingga akhir tahun 2014. "Kita perlu siapkan diri untuk itu," ujar Agus, rabu (1/10) di Jakarta.

Untuk membuat inflasi stabil, BI akan menjaga tingkat volatilitas nilai tukar rupiah tetap stabil. Hal itu bisa dilakukan dengan cara melakukan pendalaman pasar keuangan, agar tidak bergejolak.

BI sendiri menilai inflasi tahun 2014 akan rendah, jika kebijakan kenaikan BBM bersubsidi tidak dilakukan. Agus bilang, hingga akhir tahun normalnya inflasi bisa berada di level 4,5%.

Catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pada  September 2014 tingkat laju inflasi sebesar 0,27% dengan demikian sepanjang tahun 2014 inflasi sudah mencapai 4,53%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×