kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.738   30,00   0,17%
  • IDX 6.499   -26,74   -0,41%
  • KOMPAS100 848   -1,66   -0,20%
  • LQ45 641   -3,31   -0,51%
  • ISSI 229   0,33   0,15%
  • IDX30 358   -2,02   -0,56%
  • IDXHIDIV20 436   -1,06   -0,24%
  • IDX80 97   -0,30   -0,31%
  • IDXV30 121   0,26   0,21%
  • IDXQ30 113   -0,62   -0,54%

Simak langkah BI jika BBM naik pada November nanti


Rabu, 01 Oktober 2014 / 16:53 WIB
Pekerja menyortir sayuran di Gudang PT. Eden Pangan Indonesia (Eden Farm) di Jakarta, Selasa (06/04). KONTAN/Baihaki/06/04/2021


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengaku sudah menyiapkan langkah jika akhirnya pemerintahan baru menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Langkah yang paling utama yang akan dilakukan BI adalah menjaga laju inflasi tetap stabil.

Agus memperkirakan, jika benar harga BBM bersubsidi naik pada bulan November 2014 sebesar Rp 3.000 per liter, maka tingkat laju inflasi bisa melonjak jadi 8,5%-9% hingga akhir tahun 2014. "Kita perlu siapkan diri untuk itu," ujar Agus, rabu (1/10) di Jakarta.

Untuk membuat inflasi stabil, BI akan menjaga tingkat volatilitas nilai tukar rupiah tetap stabil. Hal itu bisa dilakukan dengan cara melakukan pendalaman pasar keuangan, agar tidak bergejolak.

BI sendiri menilai inflasi tahun 2014 akan rendah, jika kebijakan kenaikan BBM bersubsidi tidak dilakukan. Agus bilang, hingga akhir tahun normalnya inflasi bisa berada di level 4,5%.

Catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pada  September 2014 tingkat laju inflasi sebesar 0,27% dengan demikian sepanjang tahun 2014 inflasi sudah mencapai 4,53%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×