kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.914   -281,38   -4,54%
  • KOMPAS100 783   -41,23   -5,00%
  • LQ45 590   -29,77   -4,81%
  • ISSI 205   -9,46   -4,41%
  • IDX30 334   -15,33   -4,38%
  • IDXHIDIV20 413   -15,06   -3,52%
  • IDX80 89   -4,94   -5,27%
  • IDXV30 113   -4,40   -3,74%
  • IDXQ30 108   -4,14   -3,69%

Simak langkah BI jika BBM naik pada November nanti


Rabu, 01 Oktober 2014 / 16:53 WIB
Pekerja menyortir sayuran di Gudang PT. Eden Pangan Indonesia (Eden Farm) di Jakarta, Selasa (06/04). KONTAN/Baihaki/06/04/2021


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengaku sudah menyiapkan langkah jika akhirnya pemerintahan baru menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Langkah yang paling utama yang akan dilakukan BI adalah menjaga laju inflasi tetap stabil.

Agus memperkirakan, jika benar harga BBM bersubsidi naik pada bulan November 2014 sebesar Rp 3.000 per liter, maka tingkat laju inflasi bisa melonjak jadi 8,5%-9% hingga akhir tahun 2014. "Kita perlu siapkan diri untuk itu," ujar Agus, rabu (1/10) di Jakarta.

Untuk membuat inflasi stabil, BI akan menjaga tingkat volatilitas nilai tukar rupiah tetap stabil. Hal itu bisa dilakukan dengan cara melakukan pendalaman pasar keuangan, agar tidak bergejolak.

BI sendiri menilai inflasi tahun 2014 akan rendah, jika kebijakan kenaikan BBM bersubsidi tidak dilakukan. Agus bilang, hingga akhir tahun normalnya inflasi bisa berada di level 4,5%.

Catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pada  September 2014 tingkat laju inflasi sebesar 0,27% dengan demikian sepanjang tahun 2014 inflasi sudah mencapai 4,53%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×