kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tim Transisi paparkan model kenaikan BBM subsidi


Rabu, 24 September 2014 / 20:21 WIB
ILUSTRASI. Jus wortel bermanfaat mengelola gula darah.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Anggota Kelompok Kerja (Pokja) Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) Tim Transisi Joko Widodo-Jusuf Kalla Arif Budimanta mengatakan, pihaknya tengah mematangkan skema kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Ia menyebut terdapat beberapa model kenaikan harga. Meski demikian, Arif mengaku saat ini Tim Transisi masih menyimulasikan model pengalihan subsidi BBM. Tujuannya adalah guna mengetahui besaran dan model kenaikan harga BBM bersubsidi.

"Persoalan pengalihan subsidi khususnya BBM sampai saat ini memang kita masih lakukan simulasi. Ini karena impact proses pengalihan harus dilakukan presisi berapa kenaikan harga, model kenaikan subsidi itu," kata Arif ketika ditemui di Rumah Cemara 19, Rabu (24/9/2014).

Adapun model kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut adalah subsidi tetap dan kenaikan harga secara gradual atau bertahap. "Model subsidi tetap atau kenaikan gradual rendah menimbulkan dampak inflasi rendah juga," ujar Arif.

Dia menjelaskan, subsidi dipatok pada angka tertentu. Sehingga, harga BBM bersubsidi akan berubah jika ada perubahan kurs dan kenaikan harga minyak. Adapun kenaikan bertahap diharapkan memiliki dampak inflasi yang cenderung kecil.

Apabila dampak inflasi kecil, maka peningkatan angka kemiskinan dapat diminimalisir dan daya beli masyarakat tak banyak terganggu. "Karena ini terkait setiap kenaikan inflasi kemiskinan akan timbul," jelas Arif. (Sakina Rakhma Diah Setiawan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×