kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Simak 3 kategori BUMN versi Dahlan Iskan


Selasa, 04 Juni 2013 / 18:39 WIB
ILUSTRASI. Machineel, Pohon Hingga Buahnya Paling Beracun di Dunia.


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Dahlan Iskan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengaku dirinya mempunyai prinsip saat memimpin kementerian perusahaan pelat merah. Dia bilang bahwa keberadaan BUMN untuk orientasi menyejahterakan rakyat.

"Untuk apa negara bikin BUMN? Bukan untuk bisnis, tapi untuk menyejahterakan rakyat," ujar Dahlan saat peluncuran buku "Antara Pasar dan Politik - BUMN Di bawah Dahlan Iskan" di Museum Arsip, Selasa (4/6).

Lebih lanjut lagi Dahlan menjelaskan bahwa dirinya mengategorikan 140 BUMN yang ada ke dalam 3 jenis. Dia bilang setiap BUMN harus masuk ke salah satu kategori tersebut. "Kalau tidak masuk tidak usah ada BUMN. Biar BUMN ada maknanya," tutur Dahlan.

Berikut 3 kategori BUMN yang dimaksud Dahlan:

1. BUMN ketahanan nasional 
Dahlan menjelaskan fungsi BUMN ini semata-mata demi kepentingan Indonesia sebagai negara. Dia bilang BUMN jenis ini tidak apa-apa jika tidak untung tiap tahunnya karena fungsinya tersebut. Lini bisnis BUMN jenis ini seperti BUMN yang memproduksi senjata, pesawat terbang, bahan pangan dan daging.

2. BUMN engine of growth
Dahlan mengatakan fungsi BUMN ini untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi Indonesia. BUMN yang termasuk kategori ini yang bergerak di bidang usaha semen dan perbankan.

3. BUMN International Champion
Dahlan tidak dapat menyebutkan siapa saja BUMN yang masuk kategori ini. Tapi, dia bilang bahwa baru sedikit yang masuk ke kategori terakhir ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×