kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45968,51   0,36   0.04%
  • EMAS925.000 0,43%
  • RD.SAHAM -0.19%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Setelah varian Delta, muncul Covid-19 varian Mu, apa bedanya?


Jumat, 10 September 2021 / 11:10 WIB
Setelah varian Delta, muncul Covid-19 varian Mu, apa bedanya?

Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Setelah lonjakan kasus Covid-19 akibat virus corona varian Delta, kini muncul varian baru. Varian baru tersebut adalah Covid-19 Mu yang kini menjadi perhatian WHO. Berikut perbedaan Covid-19 akibat varian Delta dengan varian Mu.

Kemunculan virus corona varian baru memang harus diwaspadai. Pasalnya, virus corona varian Delta menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 di banyak negara, termasuk Indonesia.

Kelompok Kerja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan, virus corona varian baru SARS-CoV-2 Mu atau B.1.621 tak lebih ganas dengan varian Delta. Menurut Ketua Pokja Genetik FKKMK UGM dr Gunadi, Covid-19 varian Mu oleh WHO dikategorikan dalam variant of Interest (VoI). Sedangkan virus corona varian Delta masuk kategori Variant of Concern (VoC).

Dilansir dari Antara, Rabu (8/9/2021), karena kategorinya itu, Gunadi menyatakan bahwa virus corona varian Delta memiliki level di atas Covid-19 varian Mu. Meskipun virus corona varian baru ini belum terdeteksi di Indonesia, menurut dia, perlu diantisipasi karena virus corona varian Mu diketahui menyebabkan penurunan kadar antibodi baik karena infeksi ataupun vaksinasi.

"Hasil riset awal menunjukkan virus corona varian Mu menyebabkan penurunan kadar antibodi netralisasi baik karena infeksi alamiah maupun vaksinasi, serupa dengan varian Beta. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut," kata dia.

Ia menyebutkan, hingga saat ini virus corona varian Mu belum terdeteksi di Indonesia, namun perlu ada pengetatan di pintu masuk agar tidak menyebar luas seperti varian Delta. Namun, mengenai tingkat keganasannya, Gunadi berkeyakinan virus corona varian baru ini tidak seganas varian Delta.

Menurutnya, virus corona terus bermutasi dengan memunculkan varian-varian baru yang memiliki tingkat keganasan dan keparahan yang berbeda apabila terinfeksi. Lantas, bagaimana penjelasan lebih lanjut mengenai VoI dan VoC?

Baca juga: Ini perbandingan vaksin Covid-19 Pfizer & AstraZeneca melawan virus corona Delta

Varian of Interest (VoI)

Dilansir dari The Hindu, 13 Juli 2021, VoI merupakan varian virus SARS-CoV-2 yang memiliki kemampuan genetik yang dapat memengaruhi karakteristik virus. Seperti di antaranya dapat memengaruhi tingkat keparahan penyakit, pelepasan kekebalan, penularan, hingga kemampuan menghindari diagnostik maupun pengobatan.

Menurut WHO, karakteristik VoI diidentifikasi sebagai penyebab penularan di antara komunitas yang paling signifikan atau menjadi penyebab munculnya klaster Covid-19. Adapun sejumlah varian virus corona yang termasuk dalam kelompon VoI antara lain varian Eta, varian Iota, varian Kappa dan varian Lambda.

Di banyak negara, VoI memiliki prevalensi relatif yang meningkat bersamaan dengan peningkatan jumlah kasus dari waktu ke waktu.

Baca juga: UPDATE Corona di Jakarta Kamis (9/9) positif 308, sembuh 486, meninggal 13

Variant of Concern (VoC)

Sementara VoC diartikan WHO sebagai varian virus corona yang menyebabkan peningkatan penularan, dan peningkatan kematian. Selain itu, varian virus corona yang masuk dalam kategori ini juga disebut memiliki kemampuan dalam memengaruhi efektivitas vaksin.

Seperti diketahui, varian SARS-CoV-2 ini secara signifikan dapat menurunkan efektivitas vaksin Covid-19 secara signifikan, bahkan memengaruhi terapi dan tindakan medis lain. Artinya, kelompok varian VoC ini memiliki kemampuan peningkatan penularan yang merugikan dalam epidemiologi Covid-19.

Varian-varian virus corona yang termasuk dalam kelompok yang dikategorikan sebagai VoC antara lain, yakni varian Alpha, varian Beta, varian Gamma, dan varian Delta.

 

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio sependapat, Covid-19 akibat virus corona varian Delta lebih berbahaya daripada varian Mu. Covid-19 akibat virus corona varian Mu tergolong VoI karena tidak menimbulkan permasalahan kesehatan di masyarakat. Sedangkan Covid-19 akibat varian Delta sudah menimbulkan permasalahan di masyarakat sehingga tergolong VoC.

Namun, apapun jenis virus corona yang ada, masyarakat tetap harus waspada. Berikut sejumlah pencegahan Covid-19 akibat virus corona varian Delta maupun varian Mu

  • Mencuci tangan menggunakan sabun
  • Memakai masker
  • Menjaga jarak
  • Menjauhi kerumunan
  • Mengurangi mobilitas
  • Mendapatkan suntikan vaksin Covid-19

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Virus Corona Varian Mu Termasuk Variant of Interest, Apa Bedanya dengan Varian of Concern seperti Delta?",


Penulis : Dandy Bayu Bramasta
Editor : Sari Hardiyanto

Selanjutnya: Ini perbedaan virus corona varian Delta dengan varian baru Mu, mana yang berbahaya?

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
The Hybrid Salesperson The New Way to Sell in The New Era Certified Supply Chain Manager (CSCM) Batch 2

[X]
×