kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Sensus hewan ternak digelar April


Kamis, 17 Februari 2011 / 16:21 WIB
Sensus hewan ternak digelar April
ILUSTRASI. FILE PHOTO: Pharmaceutical tablets and capsules are arranged on a table in this picture illustration taken in Ljubljana August 20, 2014. REUTERS/Srdjan Zivulovic/File Photo


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah akan menggelar sensus hewan ternak pada April mendatang. Untuk menghitung jumlah ternak ini, Kementerian Pertanian akan menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS).

Kerjasama dengan BPS ini akan diteken pada Maret mendatang. Setelah itu sebulan kemudian, BPS akan menghitung jumlah hewan ternak di seluruh Indonesia.

Menteri Pertanian Suswono menjelaskan tujuan sensus ini untuk mengetahui apakah swasembaga daging bisa terwujud pada 2014 mendatang. "Jadi dengan data inilah nanti saya akan mendeclair adanya kemungkinan atau tidak swasembada di 2014," kata Suswono, Kamis (17/2).

Selama ini, Suswono mengaku mendapat laporan jumlah hewan ternak sebanyak 12,6 juta. Tapi, dia bilang, laporan dari itu tidak berubah dari tahun ke tahun.

Nah, menurutnya, jumlah hewan ternak yang ideal adalah 10% dari total jumlah penduduk. Artinya, jumlah hewan ternak di Indonesia minimal 20 juta ekor lantaran total penduduk saat ini mencapai 237 juta orang.

Bila swasembada tercapai 2014 mendatang, Suswono mengatakan kuota impor harus lebih rendah dari pasokan daging dalam negeri. Sebab, dia menerangkan, definisi swasembada adalah 90% pasokan dari dalam negeri. Catatan saja, tahun lalu pemerintah mengimpor 450.000 sapi bakalan dan 70.000 ton daging impor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×