kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Cegah pemotongan hewan ternak betina produktif, pemerintah beri insentif


Senin, 17 Januari 2011 / 11:52 WIB
Cegah pemotongan hewan ternak betina produktif, pemerintah beri insentif


Reporter: Petrus Dabu | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah memberikan insentif kepada para peternak untuk mencegah pemotongan hewan betina produktif. Tahun ini total anggaran yang disediakan mencapai Rp 700 miliar.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Prabowo mengatakan selama ini angka pemotongan hewan (sapi dan kerbau) betina produktif sangat tinggi. "Rata-rata 200.000 ekor per tahun," ujarnya kepada KONTAN sebelum Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR, Senin (17/1).

Karena itu, dia mengatakan, pemberian insentif ini agar peternak tidak memotong atau menjual hewan betina produktif. Namun, dia belum bisa memastikan berapa nilai insentif yang diberikan kepada kelompok peternak itu. "Tapi diperkirakan Rp 500.000 sampai Rp 700.000 per ekor," ujarnya.

Program penyelamatan hewan betina produktif merupakan usaha pemerintah meningkatkan produksi dan produktivitas ternak. Program ini juga bertujuan meningkatkan jumlah sapi atau kerbau lokal untuk mengurangi impor daging dan sapi. Asal tahu saja, pada tahun 2014, pemerintah menargetkan menekan angka impor sapi bakalan dan daging sapi sampai 10%.

Selain pemberian insentif, pemerintah juga akan melakukan penyelamatan di pasar ternak atau rumah potong. Menurut Prabowo, pemerintah akan melakukan operasi ke pasar-pasar. "Kami akan beli sesuai dengan harga pasar," ujarnya.

Selanjutnya, Prabowo bilang hewan betina produktif akan dimasukan ke Unit Pengolahan Teknis atau balai pembibitan ternak. "Atau kita serahkan ke kelompok peternak, kita suruh mereka rawat, "ujarnya.

Ditanya, apakah hewannya kemudian menjadi milik kelompok peternak, dia mengatakan, "Yang penting bisa diselamatkan," ujarnya.

Kementerian Pertanian nantinya akan bekerja sama dengan pemerintah provinsi. "Rencananya, gubernur yang berhasil menekan angka pemotongan hewan betina produktif, akan diberi penghargaan," ujarnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×