kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Semakin agresif, PMI manufaktur Indonesia tembus level ekspansif


Selasa, 01 September 2020 / 21:16 WIB
Semakin agresif, PMI manufaktur Indonesia tembus level ekspansif
ILUSTRASI. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. DOK Kemenperin


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Handoyo

Kementerian Perindustrian tentunya terus mengawal sektor industri manufaktur nasional agar dapat tumbuh positif dan nantinya dapat sepenuhnya pulih dari tekanan dampak pandemi Covid-19. "Kebijakan-kebijakan yang sudah Kemenperin keluarkan tentu juga akan dievaluasi efektivitasnya dan akan kami sesuaikan dengan kondisi di sektor industri," papar Menteri AGK.

Baca Juga: Kadin sebut Indonesia sulit terlepas dari resesi ekonomi meski manufaktur membaik

Lebih lanjut, Menperin memandang peningkatan level PMI Manufaktur Indonesia juga disokong oleh implementasi adaptasi kebiasaan baru yang secara bertahap meningkatkan kegiatan operasional sektor industri. "Semenjak Indonesia masuk ke dalam fase transisi, yaitu adaptasi kebiasaan baru, angka PMI kita terus mengalami peningkatan dari 39,1 di bulan Juni, kemudian 46,9 di Juli dan 50,8 di Agustus," imbuhnya.

Menanggapi hasil PMI Manufaktur Indonesia pada bulan Agustus, Kepala Ekonom IHS Markit Bernard Aw mengatakan, untuk pertama kalinya sejak Februari, perusahaan manufaktur Indonesia melaporkan perbaikan kondisi bisnis pada bulan Agustus. "Permintaan juga menunjukkan tanda-tanda kebangkitan kembali, membantu mengurangi laju kehilangan pekerjaan," terangnya.

Menurut dia, data terbaru mengisyaratkan bahwa ekonomi akan bangkit lebih kuat setelah jatuh pada triwulan kedua. "Oleh karena itu, permintaan harus terus membaik dalam beberapa bulan ke depan," tandasnya.

Dibandingkan negara-negara Asean lainnya, PMI Manufaktur Indonesia pada bulan Agustus lebih unggul dari indeks manufaktur Malaysia yang tercatat di level 49,3. Kemudian, PMI manufaktur Thailand berada di angka 49,7.

Berikutnya, Filipina dan Vietnam mencatatkan penurunan indeks selama Agustus, masing-masing di angka 47,3 dan 45,7. Sedangkan, Singapura berada di angka 43,0. Sementara itu, untuk PMI Manufaktur Korea Selatan menempati posisi 48,5 dan PMI manufaktur Jepang menyentuh angka 47,2 pada Agustus 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×