kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Sebulan, satpam MK temukan 10 senpi pengunjung


Kamis, 14 November 2013 / 20:05 WIB
Sebulan, satpam MK temukan 10 senpi pengunjung
ILUSTRASI. Film Hello, Goodbye and Everything in Between, film romantis terbaru yang telah dijadwalkan untuk tayang di Netfix minggu ini.


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Mahkamah Konstitusi (MK) mengaku setidaknya mengamankan sepuluh senjata api dari pendukung atau pihak-pihak yang beperkara di MK.

Senjata api tersebut diketahui saat pemeriksaan yang dilakukan satuan pengamanan (satpam) sebelum memasuki ruang sidang.

"Dalam satu bulan satpam bisa menemukan sepuluh senjata api begitu mereka masuk diamankan dulu. Ini kan bahaya. Kita tidak tahu siapa mereka, tapi bawa pistol itu memang ada," ujar Hakim Konstitusi Patrialis Akbar saat memberikan keterangan pers di MK, Jakarta, Kamis (14/11/2013).

Patrialis mengaku akan memberlakukan pengetatan keamanan terhadap pengunjung yang akan mengikuti persidangan di MK dan tamu-tamu lainnya.

"Semua tamu akan diberi name tag, KTP ditinggal," kata bekas menteri hukum dan HAM itu.

Namun saat pernyataan tersebut dikonfirmasikan ke hakim senior Harjono, dia mengaku tidak mengetahuinya dan baru mendengarnya. "Tanya sekjen," ujar Harjono singkat.

Diberitakan, dunia peradilan di Indonesia tercoreng oleh aksi anarkis pendukung dalam sidang putusan ulang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Kepala Daerah Provinsi Maluku yang di Gedung MK, Kamis (14/11/2013) siang.

Massa membanting kursi, merusak tiga buah LCD, melemparkan microphone, dan merusak-properti MK lainnya. Tak hanya itu, massa juga menyerbu masuk ke ruang sidang pleno saat sidang masih berlangsung. (Eri Komar Sinaga/Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×