kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.543   43,00   0,25%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

SBY sudah tahu ada pria bersenjata menyelinap


Jumat, 26 Oktober 2012 / 14:46 WIB
ILUSTRASI. Wall Street. REUTERS/Andrew Kelly


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah mengetahui perihal pria yang menyelinap di Mesjid Istiqal. Tempat SBY dan Ani Yudhoyono menjalankan shalat Idul Adha 1433 H/2012. .

"Bapak Presiden telah menerima laporan dan orang yg membawa senpi tersebut telah diamankan di Polda Metro Jaya dan sedang diperiksa polisi," kata Juru bicara Kepresidenan Julian Aldin Pasha, Jumat (26/10).

Seorang pria yang diduga membawa senjata api rakitan ke Masjid Istiqlal, diamankan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Sebanyak 10 orang anggota Paspampres pun langsung menggiringnya menuju lokasi yang tertutup untuk diinterogasi. Pria tersebut datang di Mesjid Istiqlal sekitar pukul 06.00 WIB. Ia memasuki salah satu pintu masuk mesjid di dekat pintu VIP yang ditujukan bagi pejabat negara dan perwakilan negara sahabat.

Pria itu ditangkap saat melintasi metal detektor. Ia diduga menyelipkan senpi rakitan di saku celananya. Ia mengenakan baju koko berlengan panjang dan celana putih.

Pria itu diketahui berasal dari Tegal, Jawa Tengah. Setelah penangkapan itu, pengamanan di pintu-pintu masuk diperketat. Warga maupun jurnalis yang ingin beribadah harus diperiksa secara ketat.

Paspampres kemudian menyerahkan pria itu kepada petugas kepolisian untuk dimintai keterangan. Polisi kini sedang mencari motif dan tujuan pelaku membawa senjata menjelang salat Idul Adha

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×