kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

SBY: Ini momentum terbaik untuk bersihkan Indonesia dari korupsi


Selasa, 16 Agustus 2011 / 12:52 WIB
ILUSTRASI. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyesalkan sejumlah daerah yang menaikkan upah minimum.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menuturkan, perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-66 dapat dijadikan momentum terbaik untuk membersihkan Indonesia dari korupsi.

"Saat ini, Indeks Persepsi Korupsi kita terus membaik," kata SBY dalam pidato kenegaraan di gedung MPR, Selasa (16/8).

Dalam catatannya, skor yang diberikan Tranparancy International untuk pemberantasan korupsi di Indonesia terus meningkat dari skor IPK 2,0 pada 2004 menjadi 2,8 pada 2010. "Meskipun perbaikan indeks persepsi sebesar 0,88, namun angka tersebut merupakan yang tertinggi di ASEAN. Kita harus bekerja untuk meningkatkan indeks," katanya.

Itu sebabnya, SBY menekankan untuk terus dilakukan penyempurnaan regulasi antikorupsi. Lembaga-lembaga antikorupsi seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban harus terus diperkuat.

SBY pun menegaskan, segala bentuk pelemahan KPK harus dicegah. Kemudian proses seleksi pimpinan KPK yang sedang berlangsung saat ini perlu sama-sama dikawal untuk menghasilkan pimpinan KPK yang berintegritas.

"Mekanisme dan kerja internal KPK sendiri perlu terus disempurnakan sehingga steril dari korupsi," katanya.

Pada saat yang sama, pemerintah juga mendorong dan mendukung jajaran Kejaksaan dan Kepolisisan untuk terus berbenah diri dan melanjutkan reformasi. "Kedua penegak hukum itu harus menjadi lembaga yang semakin berintegritas dan credible di depan publik," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×