kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

SBY akui rapor penegakan hukum masih merah


Rabu, 25 Juli 2012 / 12:14 WIB
ILUSTRASI. Bawang putih


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui persoalan penegakan hukum masih menjadi tantangan. Bahkan, SBY menegaskan, rapor penegakan hukum masih merah.

"Yang dianggap makin merah terus terang adalah penegakan hukum utamanya pemberantasan korupsi, reformasi birokrasi, dan masih terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang sifatnya horisontal," kata SBY saat membuka sidang kabinet di Kejaksaan Agung, Rabu (25/7).

SBY mengajak para bawahannya menerima penilaian masyarakat atas kinerja pemerintah dalam penegakan hukum ini. Menurutnya, penilaian ini menjadi dasar perbaikan dalam mengatasi persoalan penegakan hukum tersebut.

Hal yang menjadi perhatian khusus SBY adalah mengenai keamanan dan ketertiban nasional dan kekerasan yang terjadi secara horisontal. Dalam beberapa kasus, SBY mengatakan, kepolisian kurang cepat dan tidak tuntas persoalan keamanan. "Akibatnya negara, kepolisian, dituduh melakukan pembiaran," katanya.

Karena itu, SBY meminta Kepolisian menjawab kasus tersebut supaya tidak dituding melakukan pembiaran. Dia juga meminta aparat dari desa, camat dan seluruhnya menyelesaikan persoalan secara tuntas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×