kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Sanusi akui bertemu Aguan dan Presdir APLN


Senin, 18 April 2016 / 18:19 WIB


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus usut perkara dugaan suap reklamasi teluk Jakarta. Hari ini, KPK kembali memeriksa mantan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta M. Sanusi yang juga ditetapkan sebagai tersangka.

M. Sanusi melalui kuasa hukumnya Irsan Gusfrianto mengaku, ada pertemuan antara M Sanusi, Sugianto Kusumo alias Aguan pemilik Agung Sedayu, dan Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land (APLN) Ariesman Widjaja pada awal Januari 2016 lalu. Pertemuan tersebut membahas seputar rencana peraturan daerah (raperda) teluk jakarta.

"Sanusi menjelaskan, pada umumnya pembahasan raperda hanya membutuhkan waktu 1,5 bulan, setelah itu pulang," kata Irsan, Senin (18/4).

Irsan juga mengakui kliennya telah menerima uang sebesar Rp 2 miliar dari Ariesman. Ditegaskannya, uang tersebut diberikan berdasarkan inisiatif Ariesman dan berasal dari kantong pribadinya.

Krisna Murti, Kuasa Hukum Sanusi juga mengatakan, uang yang diberikan oleh Ariesman ditujukan untuk dana kapanye pencalonan Sanusi sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Asal tahu saja, Sanusi diperiksa KPK sekitar enam jam oleh penyidik. Berbeda dengan sebelumnya, Sanusi angkat bicara setelah pemeriksaan.

"Saya akan koorperatif dan terbuka," katanya di Lobi KPK.

Untuk menggali data, KPK telah memanggil Aguan dan Sunny Tanuwidjaya, staff khusus Gubernur DKI Jakarta untuk dimintai keterangan pada pekan lalu. Sayangnya, Aguan bungkam pasca pemeriksaan.

Sekedar informasi, untuk perkara dugaan suap reklamasi teluk jakarta ini KPK telah menetapkan tiga tersangka yaitu Ariesman Widjaja, Trinanda Prihartono, Karyawan PT Agung Podomoro.Land, dan M Sanusi.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×