kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Sampai Oktober, penyelundupan 5,15 juta ekor benih lobster berhasil digagalkan


Rabu, 09 Oktober 2019 / 17:21 WIB
ILUSTRASI. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menunjukkan barang bukti benih lobster yang berhasil diamankan saat memberikan keterangan pers di Kantor Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam, Kepulauan Riau, Senin (15/7/2019). Tim ga


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

Menurutnya, bila penyelundupan dilakukan lewat pesawat, jumlah benih yang diselundupkan terbatas, sementara dengan jalur darat, jumlah benih yang akan diselundupkan bisa lebih besar.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berpendapat, penyelundupan benih lobster saat ini justru dilakukan oleh pemain-pemain besar dan dilindungi oleh oknum aparat penegak hukum (apgakum).

Karena itu menurutnya diperlukan investigasi lebih jauh terkait hal ini.

Baca Juga: Menggoreng peluang bakso goreng seafood

"Kami melihat ada oknum apgakum yang melindungi karena mereka berani main besar. Ini pasti ada proteksi. Ini oknum yang akan kita bereskan. Harus kita investigasi, karena tidak mungkin bisnis lilegal ini menjadi begitu besar kalau tidak ada oknum apgakum," kata Susi.

Lebih lanjut, Rina mengatakan, untuk mencegah adanya penyelundupan benih lobster, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Dengan begitu, mereka akan memahami bahwa dengan menjual lobster sendiri, merekalah yang akan mendapatkan keuntungan.

Selain itu, BKIPM juga melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum dan kerjasama internasional seperti kerja sama dengan interpol.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×