kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.539   39,00   0,22%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Saat Pergeseran Ke Makkah, Jemaah Diimbau Tak Bawa Oleh-Oleh Berlebihan


Minggu, 03 Mei 2026 / 05:59 WIB
Saat Pergeseran Ke Makkah, Jemaah Diimbau Tak Bawa Oleh-Oleh Berlebihan
Memasuki fase pergeseran jemaah dari Madinah ke Makkah, barang bawaan menjadi salah satu perhatian. (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – MADINAH. Memasuki fase pergeseran jemaah dari Madinah ke Makkah, barang bawaan menjadi salah satu perhatian. Pasalnya bawaan yang beranak pinak dapat menghambat pergeseran atau pendorongan jemaah tersebut.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurrahman, menegaskan ada ketentuan yang harus dipahami oleh setiap jemaah terkait barang bawaan.

“Yang boleh dibawa oleh jemaah itu hanya tiga macam yakni koper bagasi, koper kecil atau kabin, dan tas dokumen. Selebihnya, itu harus ditinggal karena ini akan menyulitkan tim transportasi,” tegasnya, Sabtu (2/5/2026).

Hal ini karena fase penyelenggaraan ibadah haji sudah memasuki tahap krusial. Di mana selain kedatangan jemaah dari Tanah Air juga diikuti pergeseran jemaah dari Madinah menuju Makkah.

Armada bus untuk mengangkut jemaah pun sudah mempertimbangkan barang bawaan berupa tiga aspek tersebut.

Dalam kesempatan berbeda, Kasi Transportasi Daker Madinah, Muslih, memastikan seluruh armada bus siap memfasilitasi pendorongan jemaah secara maksimal.

Baca Juga: Gelombang Perdana Jemaah Haji Khusus RI Tiba di Madinah, Masa Tinggal Lebih Singkat

Namun, ia juga memberikan catatan terkait barang bawaan jemaah yang sering kali melebihi kapasitas atau 'beranak pinang'.

Muslih menegaskan bahwa armada transportasi yang disediakan telah dihitung secara presisi untuk mengangkut barang bawaan standar jemaah. Sesuai ketentuan, setiap jemaah berhak membawa satu koper besar, satu koper kecil dan satu tas dokumen.

“Seluruh bawaan standar tersebut dipastikan mampu terakomodasi oleh armada kami. Namun, jika barang bawaan jemaah 'beranak pinang' atau bertambah di luar ketentuan, hal ini akan memakan space bagasi secara berlebihan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa egoisme dalam membawa barang berlebih dapat merugikan jemaah lain.

“Kasihan jemaah yang sudah patuh pada aturan, mereka justru khawatir tidak mendapatkan ruang bagasi karena tertutup oleh barang tambahan rekannya,” tambahnya.

Mesk tidaki ada pembatasan di bagasi bus, pihak Daker Madinah tetap mendukung semangat jemaah dalam mencari keberkahan lewat oleh-oleh. Namun, jemaah disarankan untuk lebih bijak dengan memanfaatkan teknologi dan layanan pengiriman.

Apalagi saat ini sudah ada aplikasi ‘Haji & Umroh Store’ yang difasilitasi oleh Kemenhaj guna mendukung UMKM di Tanah Air. Jemaah sangat didorong untuk belanja oleh-oleh khas tanah suci melalui aplikasi tersebut. Dengan cara ini, barang belanjaan akan dikirim langsung ke rumah di Indonesia. Selain praktis, ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap ekosistem ekonomi haji tanah air.

Baca Juga: Satgas Bergerak, 42 Jemaah Haji Ilegal Dicegah Terbang

Selain itu jika jemaah tetap ingin berbelanja langsung di Madinah dalam jumlah banyak, disarankan untuk mengirimkannya melalui jasa kargo resmi agar tidak menumpuk di bagasi bus atau pesawat.

Muslih mengingatkan bahwa meski perjalanan dari Madinah ke Makkah dilakukan melalui jalur darat, yang secara teknis tidak memiliki batas berat seketat pesawat, justru masalah besar akan muncul saat kepulangan ke Indonesia.

“Jemaah harus ingat, saat nanti kembali ke tanah air menggunakan pesawat, ada regulasi berat bagasi yang sangat ketat. Barang yang berlebih akan terkena biaya tambahan (excess baggage) yang cukup mahal atau bahkan harus ditinggal,” pungkasnya.

Oleh karena itu jemaah diimbau untuk tetap fokus pada ibadah dan menjaga ketertiban barang bawaan demi kelancaran mobilisasi selama di tanah suci.

Adapun Hani jemaah haji asal Bekasi menuturkan, ia lebih memilih sebagian oleh-oleh akan dibeli di Indoensia. Misalnya saja kurma, kismis dan lainnya.

“Rencananya ada beli di Indoensia, seperti kurma, coklat juga dan lainnya,” ungkapnya.

Menurutnya upaya ini dilakukan agar tidak membebani biaya tambahan bagasi pesawat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×