kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.844   -46,00   -0,26%
  • IDX 6.351   49,17   0,78%
  • KOMPAS100 830   6,38   0,77%
  • LQ45 632   4,76   0,76%
  • ISSI 220   3,00   1,38%
  • IDX30 353   2,50   0,71%
  • IDXHIDIV20 429   1,71   0,40%
  • IDX80 95   0,71   0,75%
  • IDXV30 118   0,95   0,81%
  • IDXQ30 112   0,62   0,55%

Rupiah tembus Rp 15.218, Ekonom: BI perlu hitung cadev agar tidak kehabisan nafas


Senin, 08 Oktober 2018 / 16:44 WIB
ILUSTRASI. Uang rupiah dan dollar AS


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali melemah pada Senin (8/10) hari ini. Pada penutupan perdagangan di pasar spot sore hari ini, rupiah berada di level Rp 15.218 per dollar Amerika Serikat (AS).

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah Redjalam mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan pelemahan rupiah hari ini. Pertama, tidak ada berita baru yang cukup baik yang bisa membangun sentimen positif di pasar.

"Sumber-sumber tekanan terhadap rupiah masih sama, tekanan global, dan kondisi domestik khususnya current account deficit atau CAD (defisit transaksi berjalan) belum membaik," kata Piter kepada Kontan.co.id, Senin (8/10).

Selain itu kata dia, harga minyak mentah dunia juga diperkirakan terus meningkat. Hingga pagi tadi, harga minyak mentah West Texas Intermediete (WTI) untuk pengiriman November 2018 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 73,81 per barel. Sementara harga minyak brent untuk pengiriman Desember 2018 di ICE Futres sebesar US$ 83,37 per barel.

"Sementara cadev (cadangan devisa) yang menurun cukup besar menambah kekhawatiran pasar akan kemampuan pemerintah mengelola APBN dan stabilitas rupiah," tambah Piter. 

Per akhir September lalu, posisi cadev kembali menurun ke level US$ 114,85 miliar.

Ia memperkirakan, tekanan terhadap rupiah masih akan panjang. Makanya, BI juga harus benar-benar berhitung dalam menggunakan cadev untuk stabilisasi kurs. "Jangan sampai BI salah hitung dan kehabisan nafas sendiri," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×