kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.993   76,00   0,45%
  • IDX 9.134   58,47   0,64%
  • KOMPAS100 1.263   7,36   0,59%
  • LQ45 893   3,69   0,41%
  • ISSI 334   4,00   1,21%
  • IDX30 455   2,66   0,59%
  • IDXHIDIV20 538   4,37   0,82%
  • IDX80 141   0,76   0,54%
  • IDXV30 149   1,74   1,18%
  • IDXQ30 146   0,65   0,45%

Ekspor Produk Hutan Stagnan US$ 12 Miliar, Kemenhut Genjot Hilirisasi


Selasa, 25 November 2025 / 18:10 WIB
Ekspor Produk Hutan Stagnan US$ 12 Miliar, Kemenhut Genjot Hilirisasi
ILUSTRASI. Aktivitas pemotongan kayu yang akan diolah menjadi pelet kayu dilahan milik PT Banyan Tumbuh Lestari, Powuhato, Gorontalo, Sabtu (2/11/2024). Kementerian Kehutanan melaporkan bahwa kinerja ekspor produk hutan masih stagnan di angka US$ 12 miliar atau sekitar Rp 200 triliun sejak tahun 2023. /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/2/11/2024.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kehutanan melaporkan bahwa kinerja ekspor produk hutan masih stagnan di angka US$ 12 miliar atau sekitar Rp 200 triliun sejak tahun 2023. 

Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari Laksmi Wijayanti mengakui bahwa ekspor produk perhutanan ini masih terfokus pada kayu seperti kerajinan dari kayu maupun bubur kertas. 

Untuk itu, kedepan Kemenhut ingin mendorong hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah dari produk hutan. 

"Kita ingin bahwa produk-produk dari hutan kita itu bukan hanya mengisi market internasional yang nilainya rendah, hanya semi bahan baku tapi juga sudah kemudian ke produk-produk premium," kata Laksmi dalam Penandatanganan MoU antara IFOC dan Ditjen PHL, di Hotel The Sultan, Selasa (25/11/2025). 

Baca Juga: Masyarakat Adat Bisa Berkebun di Kawasan Hutan Tanpa Izin, Kemenhut Siapkan Edaran

Melalui hilirisasi, pemerintah berharap produk hutan bisa kembali memenuhi permintaan pasar global yang meningkat mencapai 3% di setiap tahun. 

"Sehingga kalau kita ingin catch up dengan kebutuhan yang ada, market minimal seharusnya kita selalu tumbuh pertahun kalau bisa 2-3%," ujar Laksmi. 

Selain itu, berbagai kerja sama internasional juga dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor kehutanan. 

Baca Juga: Menkeu Purbaya Bidik Potensi PNBP Ratusan Triliun dari Sektor Kehutanan

Laksmi mengatakan, pada Jumat (28/11/2025), Kemenhut akan menggelar pertemuan bilateral dengan otoritas Swedia. Menurutnya Swedia menjadi salah satu negara yang sektor hutannya menjadi penyumbang ekonomi terbesar di negaranya. 

"Dan mereka ingin berbagi dengan kita transformasi bisnisnya disana. Jadi, beberapa hal yang akan direncanakan dilakukan itu pada hari Jumat adalah pertemuan dari tim bisnisnya, dari kalangan bisnis dari Swedia datang dan mungkin ketemu dengan dari kita," ungkapnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×