kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Rupiah melemah 1%, sumbang kenaikan inflasi 0,07%


Selasa, 10 Maret 2015 / 19:29 WIB
ILUSTRASI. PT Astra Land Indonesia (ALI) menuturkan bahwa penjualan properti tercatat melambat hingga kini


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Mesti Sinaga

JAKARTA. Pelemahan rupiah  memberi kontribusi terhadap naiknya inflasi. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, setiap nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) melemah 1% maka inflasi akan naik 0,07%.

"Andilnya terhadap inflasi tidak terlalu besar," ujar Perry, Selasa (10/3). Karena itu, BI meyakini inflasi tahun ini akan tetap terkendali sekitar 4%, bahkan bisa sedikit di bawah 4%.

Inflasi tahunan berdasarkan data Februari 2015 tercatat 6,29%, turun dari inflasi 6,96%  di Januari 2015. BI  akan tetap komitmen menjaga stabilitas rupiah sejalan fundamentalnya.

Pelemahan nilai mata uang terhadap dollar AS tidak hanya terjadi pada rupiah, tapi juga dialami mata uang negara-negara lain. Bahkan, depresiasi rupiah relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan pelemahan mata uang negara lain.

Ambil contoh minggu lalu, rupiah melemah 0,34% terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Pelemahan ini lebih rendah dibandingkan dengan mata uang Malaysia, ringgit yang melemah 1,14%; dollar Singapura yang  melemah 1,06%;  won yang turun Korea 0,9%;  yen Jepang yang terkulai 1,1%; atau  mata uang zona Eropa, euro yang terpuruk 3,13% terhadap dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×