kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.754.000   -31.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.853   30,00   0,17%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Ruhut: Andi ditangkap, polling Demokrat terangkat


Kamis, 17 Oktober 2013 / 21:41 WIB
ILUSTRASI. Petugas melayani nasabah di kantor cabang Bank Mandiri, Bintaro, Tangerang Selatan, Senin (26/4/2021). (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ferry Hidayat | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul merasa lega dengan penahanan Andi Mallarangeng oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Saya lega, karena selama ini kami capek, kasus Andi ini telah membuat polling Partai Demokrat jadi tersendat, setelah ini (penahanan Andi), kami yakin polling Partai Demokrat akan naik," kata Ruhut di Jakarta, Kamis (17/10).

Ruhut menyatakan, partainya memang mendukung adanya pemberantasan korupsi, dan ini tentu akan membuat masyarakat percaya bahwa Demokrat memang tegas kepada kadernya yang terlibat korupsi. "Siapapun dan apapun jabatannya, Pak SBY selalu mengatakan jangan main-main dengan korupsi," ujar Ruhut. 

Menurutnya, kampanye anti korupsi memang merupakan slogan Demokrat sejak awal. "Ini sesuai dengan iklan kami waktu di awal, 'katakan tidak pada korupsi'," lanjutnya.

Paska dijebloskannya Andi ke dalam tahanan KPK, Ruhut yakin target Demokrat dalam memperbaiki elektabilitas partai sebesar 15% akan dapat tercapai.

Seperti diberitakan sebelumnya, mulai hari ini, Kamis (17/10), Andi Mallarangeng resmi ditahan oleh KPK. Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut menjadi salah satu tersangka dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan wewenang dalam proyek Hambalang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×