kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.135   21,00   0,12%
  • IDX 7.492   33,02   0,44%
  • KOMPAS100 1.036   6,45   0,63%
  • LQ45 745   -1,30   -0,17%
  • ISSI 271   2,06   0,77%
  • IDX30 400   -0,76   -0,19%
  • IDXHIDIV20 486   -4,06   -0,83%
  • IDX80 116   0,41   0,36%
  • IDXV30 135   -0,20   -0,15%
  • IDXQ30 128   -1,10   -0,85%

Ruang fiskal sempit, instansi diminta berhemat


Kamis, 13 September 2012 / 16:37 WIB
ILUSTRASI. Kawan Lama Gandeng MCAS Kenalkan KL Kiosk


Reporter: Herlina KD | Editor: Edy Can

JAKARTA. Menteri Keuangan Agus Martowardojo meminta kementerian/lembaga melakukan penghematan anggaran. Dia berharap anggaran non operasional yang tidak utama bisa dikurangi. Anggaran non operasional ini seperti anggaran perjalanan dinas.

Agus beralasan ruang fiskal pemerintah semakin sempit akibat membengkaknya anggaran subsidi. Menurutnya, saat ini ruang fiskal yang tersisa hanya sekitar 15% hingga 20% dari total APBN 2012.

Agus sendiri tak bisa secara langsung memangkas anggaran non operasional tersebut. "Harus berembuk dulu dengna kementerian/lembaga untuk membahas itu," katanya, Kamis (13/9).

Sebelumnya, Direktur Jenderal Anggaran Herry Purnomo menyatakan, pemerintah akan memangkas anggaran kementerian/lembaga sebagai kompensasi membengkaknya belanja susbidi sebesar Rp 18,9 triliun. "Pemerintah sudah melihat potensi-potensi yang ada di APBN yang memang bisa dikorbankan (untuk penghematan)," jelasnya beberapa waktu lalu.

Menurut Herry, anggaran yang dipangkas itu diantaranya anggaran perjalanan dinas, seminar, konsinyering serta mengefektifkan sumber daya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×