kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.830.000   -50.000   -1,74%
  • USD/IDR 17.198   35,00   0,20%
  • IDX 7.544   -15,02   -0,20%
  • KOMPAS100 1.034   -5,43   -0,52%
  • LQ45 738   -5,48   -0,74%
  • ISSI 273   -0,42   -0,15%
  • IDX30 402   1,68   0,42%
  • IDXHIDIV20 493   5,89   1,21%
  • IDX80 116   -0,69   -0,59%
  • IDXV30 141   1,87   1,34%
  • IDXQ30 129   0,88   0,68%

Rosan Sebut Minat Investasi ke RI Masih Tinggi di Tengah Krisis Geopolitik


Rabu, 22 April 2026 / 10:59 WIB
Rosan Sebut Minat Investasi ke RI Masih Tinggi di Tengah Krisis Geopolitik
ILUSTRASI. Rosan Roeslani (KONTAN/Lailatul Anisah)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, memastikan bahwa minat investor global terhadap Indonesia masih tinggi di tengah meningkatnya tensi geopolitik dan geoekonomi dunia.

Rosan menegaskan bahwa dinamika global seperti konflik dan ketidakpastian ekonomi sama sekali tidak menyurutkan ketertarikan investor terhadap Indonesia.

“Terlepas dari keadaan sekarang, perang, geopolitik dunia, dan geoekonomi dunia, ternyata minat dan ketertarikan mereka untuk berinvestasi di Indonesia sangat tinggi, masih sangat baik,” ujar Rosan di Istana Negara, Selasa (21/4/2026).

Baca Juga: Menteri Rosan Proyeksi Realisasi Investasi Kuartal I-2026 Tembus Rp 497 Triliun

Menurut Rosan, optimisme tersebut terlihat dari hasil rangkaian kunjungan kerja dan pertemuan dengan para pelaku usaha global di berbagai negara, termasuk Singapura, Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang.

Dalam setiap agenda kunjungan kerja tersebut, baik dalam forum besar maupun pertemuan terbatas bersama Prabowo, dijelaskan bahwa Indonesia masih jadi primadona investasi mereka.

Baca Juga: Targetkan Investasi Baru Rp 2.100 Triliun,Rosan Beberkan Sektor yang Dilirik Investor

Rosan memaparkan bahwa sejumlah komitmen investasi yang dihimpun menunjukkan angka signifikan. Dari Jepang, potensi investasi yang tercatat mendekati USD 30 miliar, sementara dari Korea Selatan mencapai sekitar USD 10 miliar. Investasi dari Tiongkok juga disebut tetap tinggi dan konsisten.

Rosan menambahkan bahwa tren positif ini sejalan dengan target investasi nasional yang meningkat signifikan dalam lima tahun ke depan.

Jika dalam periode 2014-2024 total realisasi investasi mencapai sekitar Rp9.100 triliun, maka pada periode 2025-2029 targetnya ditingkatkan menjadi lebih dari Rp13.000 triliun.

Baca Juga: Rosan: 20 Proyek Hilirisasi Digulirkan, Investasi Capai US$ 26 Miliar

“Peningkatannya memang cukup signifikan, tetapi alhamdulillah target-target tersebut masih dapat tercapai. Kami berharap hal ini dapat terus terjaga,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×