Reporter: Siti Masitoh | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah mulai memperkenalkan Pusat Pengembangan Keuangan Internasional Indonesia (PFII) kepada investor global dan family office. Upaya tersebut dilakukan untuk membangun kepercayaan sekaligus memastikan ekosistem keuangan internasional yang disiapkan Indonesia memenuhi standar global.
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, PFII saat ini tengah dipersiapkan bersama Kementerian Keuangan. Pemerintah salah satunya berfokus memastikan struktur dan tata kelola PFII mampu memenuhi standar internasional sehingga dapat memperoleh kepercayaan dari investor global.
“Keberadaan PFII ini benar-benar mendapatkan kepercayaan atau trust dari para investor, dari para family office,” ujar Rosan dalam konferensi pers, Jumat (14/8).
Rosan mengungkapkan, pihaknya telah bertemu dengan sejumlah investor dan family office dalam agenda yang digelar di Bali. Pertemuan tersebut bahkan mendapat respons yang cukup besar, dengan jumlah peserta yang hadir melebihi undangan awal.
Dari 70 undangan yang disebar, ia menyebut jumlah investor dan family office yang hadir mencapai 110 orang.
Baca Juga: Purbaya Targetkan Penerimaan Pajak pada 2027 Tembus Rp 2.591,4 Triliun
“Dan responsnya alhamdulillah boleh saya sampaikan sebelumnya sangat positif,” kata Rosan.
Menurut Rosan, tingginya jumlah peserta yang hadir mencerminkan minat terhadap rencana pengembangan PFII. Meski demikian, para calon investor masih ingin memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai struktur dan format PFII sebelum memberikan kepercayaan lebih jauh.
Pemerintah pun akan terus melakukan sosialisasi kepada investor global dan family office. Langkah tersebut akan dilakukan secara berkala untuk memastikan desain PFII dapat memenuhi kebutuhan sekaligus standar internasional.
Rosan menjelaskan, PFII merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun infrastruktur pendukung untuk mengembangkan ekosistem keuangan internasional di Indonesia.
Dalam tahap persiapannya, Danantara berperan dalam pembangunan infrastruktur fisik PFII, termasuk gedung dan berbagai sarana pendukung.
“Kami kalau Danantara ini sebetulnya hanyalah sebagai pembangun untuk infrastrukturnya, gedung dan sarana infrastruktur lainnya. Nah ini yang membutuhkan suatu perencanaan yang baik yang matang,” jelasnya.
Baca Juga: Purbaya Targetkan Penerimaan Pajak pada 2027 Tembus Rp 2.591,4 Triliun
Ia menilai perencanaan yang matang diperlukan agar PFII tidak sekadar memiliki fasilitas fisik, tetapi juga mampu membangun kredibilitas dan kepercayaan di mata investor internasional.
Rosan menambahkan, pembentukan PFII telah memiliki landasan dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Pemerintah saat ini masih menyiapkan implementasi PFII.
Untuk sementara, kegiatan PFII direncanakan berpusat di Jakarta sebelum kemudian dikembangkan ke Bali.
Menurut Rosan, komunikasi dengan calon investor akan terus dilakukan untuk memastikan desain dan pelaksanaan PFII sesuai dengan kebutuhan serta standar internasional.
“Dan oleh sebab itu kita akan melakukan sosialisasi secara berkala dan juga secara terus-menerus,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
