kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

RI Resmi Ekspor 200.000 Ton Beras ke Malaysia, Mentan: Kebutuhan Dalam Negeri Aman


Sabtu, 15 Agustus 2026 / 15:24 WIB
RI Resmi Ekspor 200.000 Ton Beras ke Malaysia, Mentan: Kebutuhan Dalam Negeri Aman
ILUSTRASI. Mentan Andi Amran Sulaiman (KONTAN/Lailatul Anisah)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia resmi melakukan ekspor beras ke Malaysia sebanyak 200.000 ton. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan ekspor tersebut tidak akan mengganggu kebutuhan beras dalam negeri.

Amran mengatakan, pemerintah telah menghitung kondisi produksi dan ketersediaan beras secara menyeluruh sebelum memutuskan untuk melakukan ekspor. Menurutnya, data produksi Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras sampai dengan Oktober mencapai 30 juta ton. 

“Sesuai BPS, produksi sampai hari ini diperkirakan sampai Oktober karena estimasi karena ada standing crop, itu kurang lebih 30 juta ton,” ujar Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Jum'at (14/8/2026). 

Baca Juga: Mentan Optimis Swasembada Bawang Putih Bisa Tercapai Dalam 3 Tahun

Ia menjelaskan, produksi beras tahun ini diperkirakan lebih tinggi dibandingkan produksi pada 2025. Perhitungan tersebut juga mempertimbangkan adanya tanaman padi yang saat ini sudah berada di lahan dan akan memasuki masa panen.

Menurut Amran, pemerintah juga memperhitungkan sejumlah sumber ketersediaan beras, mulai dari produksi yang akan dipanen, stok di Bulog, hingga beras yang berada di masyarakat dan sektor hotel, restoran, serta kafe (Horeka) yang diprediksi akan mencapai 26 juta ton. 

Di sisi lain, kebutuhan beras masyarakat Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 2,5 juta hingga 2,6 juta ton per bulan. Dengan ketersediaan hingga 26 juta ton, Amran menyebut pasokan tersebut secara matematis dapat memenuhi kebutuhan sekitar 10 bulan.

“Kalau 25 juta atau 26 juta ton berarti 10 bulan kan. Clear. Clear kan? 10 bulan berarti cukup beras kita untuk ke depan ya, belum dihitung yang ditanam hari ini,” jelas Amran.

Perhitungan tersebut juga belum memasukkan produksi dari tanaman yang masih akan ditanam hingga akhir tahun. Selain itu, pemerintah memperkirakan terdapat masa panen besar yang akan kembali berlangsung mulai Februari.

Dengan kondisi tersebut, Amran memastikan pemerintah memiliki ruang untuk melakukan ekspor tanpa mengorbankan kebutuhan domestik.

“Sedangkan sekarang kita ekspor bukan impor, ekspor,” tegasnya.

Senada dengan Mentan, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan ekspor beras ke Malaysia tetap dilakukan dengan mengutamakan kebutuhan dalam negeri.

Ia memastikan Bulog telah menghitung kemampuan stok yang dimiliki, termasuk dengan adanya rencana ekspor hingga 200.000 ton.

“Ya tadi seiring dengan arahan dari Pak Menteri Pertanian tetap memprioritaskan, memprioritaskan adalah untuk kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu,” ujar Ahmad.

Menurutnya, stok beras yang dikuasai Bulog saat ini masih berada di level yang cukup tinggi. Stok Bulog disebut mencapai sekitar 5,25 juta ton. 

“Namun kita sudah menghitung dengan potensi kalau hanya 1.000 pendahuluan ini bahkan sampai dengan 200.000 stok kita masih banyak karena stok Bulog bisa mencapai saat ini adalah 5,25 juta ton bahkan 5,26 juta ton sampai dengan hari ini jadi tidak ada masalah,” katanya.

Ahmad menambahkan, prinsip yang sama juga akan diterapkan apabila Indonesia nantinya melakukan ekspor beras ke negara lain. Salah satu negara yang saat ini disebut tengah dalam tahap penjajakan adalah Singapura.

Menurut Ahmad, Bulog belum melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan pihak Singapura terkait permintaan beras tersebut. Bulog baru berencana melanjutkan komunikasi dengan Kamar Dagang Singapura dalam waktu dekat.

“Kami baru akan berkomunikasi dengan Kamar Dagang Singapura. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada jawaban,” ujarnya.

Ahmad mengatakan, komunikasi dengan pihak Singapura sebelumnya telah dilakukan melalui Kedutaan Besar Singapura di Indonesia. Pembahasan lebih lanjut akan ditindaklanjuti setelah rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ia memastikan, apabila nantinya terdapat kesepakatan ekspor dengan Singapura, Bulog akan tetap melihat kondisi kebutuhan beras nasional sebagai prioritas utama.

“Insyaallah kita bisa dukung sepanjang tidak mengganggu kebutuhan nasional dalam rangka menghadapi El Nino maupun bantuan pangan dan lain sebagainya,” pungkas Ahmad.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 7,7 di NTT Tewaskan 14 Orang, Ribuan Warga Mengungsi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×