Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah Indonesia membawa pulang sederet komitmen investasi dari Jepang senilai US$ 23,6 miliar atau sekitar Rp 401,7 triliun. Komitmen ini menjadi penguatan kerja sama strategis kedua negara di tengah upaya mendorong transformasi ekonomi nasional.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan, capaian tersebut diraih dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang pada 31 Maret 2026.
“Di Jepang kita mendapatkan komitmen investasi kurang lebih US$ 23,6 miliar (Rp 401,7 triliun). Jadi pada intinya, investasi itu akan terus berjalan dan akan memberikan dampak yang positif pada perekonomian nasional,” ujar Rosan dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).
Baca Juga: Prabowo Kantongi Komitmen Investasi Rp 173 Triliun dari Korsel, Ini Daftar Proyeknya
Kunjungan ini menjadi tindak lanjut dari hubungan panjang Indonesia-Jepang, yang selama ini telah berkontribusi besar terhadap pembangunan ekonomi nasional. Pemerintah juga menggelar pertemuan dengan para CEO perusahaan besar Jepang untuk menyerap masukan sekaligus memperkuat komitmen investasi.
Presiden Prabowo menegaskan, kemitraan Indonesia dan Jepang telah terjalin erat sejak lama dan memiliki peran penting, termasuk dalam mendukung pemulihan ekonomi Indonesia sejak era 1960-an.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah perusahaan Jepang menyampaikan komitmen investasi dan pengembangan proyek strategis di berbagai sektor, di antaranya:
Pertama, Tokyo Gas yang menjalin kerja sama dengan PLN untuk mendorong proyek gasifikasi pembangkit listrik di Indonesia Timur dengan memanfaatkan liquefied natural gas (LNG) sebagai pengganti diesel yang lebih ramah lingkungan.
Kedua, komitken Mitsui & Co. memperluas keterlibatannya di berbagai sektor, mulai dari energi, pupuk, hingga infrastruktur seperti MRT Jakarta. Ke depan, perusahaan ini juga menjajaki pengembangan di sektor ekonomi digital, real estate, hingga ritel dan makanan.
Ketiga, di sektor otomotif, Toyota Motor Corporation menegaskan komitmennya melalui pengembangan kendaraan ramah lingkungan, termasuk low-cost green car (LCGC), hybrid electric vehicle (EV), serta pengembangan baterai dan mesin berbasis biofuel.
Keempat, komitmen Itochu Corporation terlibat dalam proyek ketenagalistrikan, termasuk pembangkit listrik 2 GW di Jawa Tengah dan proyek panas bumi Sarulla berkapasitas 300 MW, dengan potensi ekspansi ke depan.
Kelima, INPEX Corporation melanjutkan komitmennya dalam proyek LNG Abadi di Blok Masela, yang saat ini telah memasuki tahap rekayasa desain awal (front-end engineering design/FEED).
Baca Juga: Pemerintah Menahan Kenaikan Harga BBM, Ekonom Ingatkan Risiko Beban APBN
Dari sisi historis, realisasi investasi Jepang di Indonesia sepanjang 2021–2025 tercatat mencapai US$ 17,1 miliar dengan pertumbuhan rata-rata 13,2% dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 278.887 orang. Jepang saat ini merupakan investor terbesar kelima di Indonesia.
Investasi Jepang selama ini didominasi sektor manufaktur dengan kontribusi sekitar 65%, disusul sektor jasa 30% dan sektor primer 2%. Hal ini mencerminkan peran penting Jepang dalam mendorong industrialisasi dan hilirisasi di dalam negeri.
Secara geografis, investasi Jepang masih terkonsentrasi di Pulau Jawa hingga 94%, dengan sebaran terbesar di Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten.
Pemerintah menilai, komitmen investasi baru ini akan semakin memperkuat peran Jepang dalam pengembangan industri, energi bersih, serta mendorong percepatan transformasi ekonomi Indonesia ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













