kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.074   -36,00   -0,20%
  • IDX 6.053   13,08   0,22%
  • KOMPAS100 791   2,79   0,35%
  • LQ45 601   1,99   0,33%
  • ISSI 210   -0,40   -0,19%
  • IDX30 340   1,04   0,31%
  • IDXHIDIV20 423   0,78   0,19%
  • IDX80 90   0,29   0,32%
  • IDXV30 115   -0,26   -0,22%
  • IDXQ30 109   0,27   0,25%

RI ingatkan ASEAN soal ancaman perairan


Selasa, 18 Juli 2017 / 23:55 WIB


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Yudho Winarto

Dirinya mengatakan bahwa salah satu penyebab perubahan iklim adalah banyaknya sampah plastik di laut laut. Havas lantas mengutip hasil sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa secara global pada tahun 2050 akan lebih banyak ikan yang mengonsumsi plastik bila penduduk dunia tidak segera menangani sampah plastik di laut dengan hati-hati.

Di Indonesia, lanjutnya, telah dilakukan riset bersama dengan University of California Davis pada tahun 2014 dan 2015 mengenai pencemaran plastik mikro di dalam pencernaan ikan.

“Hasilnya adalah 28% dari sampel ikan di pasar tradisional di Makassar makan plastik. Sementara itu, 67% ikan di salah satu tempat di California juga makan plastik,” beber Havas.

Dengan fakta tersebut, Havas mengajak kepada anggota parlemen yang menghadiri forum AIPA tersebut untuk bekerja bersama menangani sampah plastik laut. Selain itu, dia juga menekankan pentingnya kampanye untuk mengubah pola pikir masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan agar sampah tidak berakhir di laut.

“Ini merupakan tanggung jawab semua orang, mulai dari pemerintah, parlemen dan masyarakat,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×