kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Retreat Kepala Daerah Dilaporkan ke KPK, Tito: Bentuk Pengawasan Publik


Jumat, 07 Maret 2025 / 12:23 WIB
Retreat Kepala Daerah Dilaporkan ke KPK, Tito: Bentuk Pengawasan Publik
ILUSTRASI. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian buka suara soal laporan ke KPK terkait pelaksanaan retreat kepala daerah.ANTARA FOTO/Galih Pradipta/tom.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian buka suara soal laporan ke KPK terkait pelaksanaan retreat kepala daerah.

Tito mengatakan, penunjukan langsung PT Lembah Tidar sebagai pelaksana retreat kepala daerah sudah sesuai aturan. Yakni pasal 83 Peraturan Presiden nomor 16 tahun 2018 yang diubah dengan Perpres 12/2021.

Tito mengaku telah berkoordinasi dengan LKPP mengenai penunjukan langsung tersebut. 

Baca Juga: Mengenal Retreat yang Dilakukan Kepala Daerah, Manfaat hingga Contoh Kegiatan

"Saya berterimakasih yang melaporkan ke KPK sebagai bentuk pengawasan publik," ujar Tito di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (7/3).

Tito mengaku dari anggaran Rp 13 miliar, baru Rp 2 miliar yang dibayarkan Kemendagri. Sebelum membayar sisanya, Tito meminta Irjen Kemendagri untuk mengecek setiap komponen biaya dan harga-harganya.

Tito juga mengundang BPKP untuk mereview pengeluaran biaya kegiatan tersebut. Setelah itu, Kemendagri akan membayar semua total tagihannya.

Menurut Tito anggaran retreat tidak sebanding dengan APBD yang mesti diamankan. Yakni agar penggunaannya efektif dan efisien.

"Yang utama (retreat kepala daerah) menginvestasikan Rp 13 miliar untuk mengamankan Rp 1.300 triliun APBD. Kalau ngga efisien, kasihan rakyat," jelas Tito.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×