kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Relaksasi UU Minerba harus ada kriteria tertentu


Kamis, 14 November 2013 / 17:28 WIB
Relaksasi UU Minerba harus ada kriteria tertentu
Peserta delegasi negara G20 berbincang-bincang sebelum memulai rapat pertemuan 'Trade, Industry, and Investment Working Group (TIIWG) G20 di Hotel Alila Solo, Jawa Tengah, Rabu (30/3/2022). ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/YU


Reporter: Emma Ratna Fury | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Satya Widya Yudha menyebutkan, relaksasi dari Undang-Undang (UU) Minerba harus diputuskan antara Pemerintah dan DPR dengan memberikan suatu kriteria tertentu.

"Suatu Kriteria tertentu sehingga tidak mengikuti Undang-undang tersebut, atau mengeluarkan permen posisinya," imbuhnya saat diskusi seminar Interdepedensi Antara Industri Hulu Pertambangan Dengan Industri Hilir Manufaktur di Balai Kartini Jakarta Kamis (14/11).

Menurut dia, apabila hal tersebut dapat diatasi dengan mengubah Peraturan Menteri ESDM (Permen) dan Peraturan Pemerintah (PP). "Ya kita ubah Permen dan PP-nya apabila tidak mengganggu daripada batang tubuh dari undang-undang (UU)," tandasnya.

Karena itu, kata Satya, pihaknya meminta pemerintah untuk menggunakan hak inisiatif dalam rangka merevisi UU tersebut, sehingga mempersingkat proses pembahasan yang ada di DPR.

Bagi Satya, yang paling penting dari relaksasi tersebut adalah komitmen dari dunia industri. Hal tersebut lantaran DPR tidak menginginkan adanya pemberian relaksasi ini tidak dimanfaatkan dengan baik oleh para pengusaha.

Ia memberikan contoh dengan adanya relaksasi selama 3 tahun dari tahun 2014 sampai dengan 2017 pengusaha dapat membuat blue print pembangunan smelter.

"Kita tentukan juga tahun 2014, tahun di mana mereka paling tidak melakukan groundbreaking terhadap pembangunan smelter," ucap Satya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×