kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45700,06   2,33   0.33%
  • EMAS938.000 -0,85%
  • RD.SAHAM 0.36%
  • RD.CAMPURAN 0.15%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.14%

Rekomendasi impor bawang putih keluar, harga tak serta merta langsung turun


Senin, 10 Februari 2020 / 18:27 WIB
Rekomendasi impor bawang putih keluar, harga tak serta merta langsung turun
ILUSTRASI. Penjualan bawang putih di pasar tradisional, Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2020). Harga bawang putih mulai merangkak naik. Terkait kondisi tersebut, pemerintah dipandang perlu mempertimbangkan opsi untuk diversifikasi pasar impor bawang putih. Pemerintah pu

Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) telah menerbitkan rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) untuk komoditas bawang putih sebanyak 103.000 ton. Diharapkan, bila impor bawang putih dijalankan, harga bawang putih bisa segera menurun.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga bawang putih sampai Senin (10/2) sudah mencapai Rp 55.300 per kg. Sementara berdasarkan data informasi pangan Jakarta, harga rata-rata bawang putih di Jakarta sudah mencapai Rp 55.000 per kg.

Baca Juga: Kementan terbitkan rekomendasi impor bawang putih sebanyak 103.000 ton

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Tradisional (Ikappi) Abdullah Mansuri mengatakan, walaupun RIPH bawang putih dikeluarkan oleh Kementan, tetapi masih dibutuhkan waktu agar harga bawang putih turun. Pasalnya, saat ini rekomendasi tersebut masih diproses di Kementerian Perdagangan

"Apakah harga segera turun atau tidak, itu tergantung, bolanya ada di Kemendag. Cepat tidak dia merespons rekomendasi dari Kementan," tutur Abdullah saat dihubungi, Senin (10/2).

Dia juga mengatakan, harga bawang putih bisa turun bila stok yang dimiliki oleh importir segera digelontorkan ke pasar.

Lebih lanjut, Abdullah memperkirakan, bila impor bawang putih tetap dilakukan dari China, harga bawang putih akan sulit untuk kembali ke harga normal yang sekitar Rp 32.000 per kg. Dia berpendapat, hal ini akan disebabkan psikologi pasar saat ini, dimana masyarakat masih khawatir virus corona akan turut menyebar melalui bawang putih.

Terkait ini, Abdullah menyarankan pemerintah memberi informasi kepada publik bahwa virus corona tidak akan menyebar lewat tanaman. Namun, dia juga meminta agar impor bawang putih tidak hanya dilakukan dari China.

"Kami menyarankan agar impor bawang putih tidak bergantung pada satu negara. Sehingga kalau negara itu terkena konflik atau terkena isu, seperti virus corona, psikologi pasar tidak begitu terganggu," tutur Abdullah.

Menurut Abdullah, selain China, terdapat berbagai negara tetangga seperti Thailand dan Laos yang produksi bawang putoihnya relatif mirip dengan bawang putih dari China. "Jadi lebih baik dari negara lain yang siap untuk mengekspor bawang putih, tingga negosisasi harga saja," kata Abdullah.

Baca Juga: Stabilkan harga, puluhan ton bawang putih dan cabai digelontorkan di Jakarta




TERBARU
Terpopuler

Close [X]
×