kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Realisasi Belanja Infrastruktur Menurun, Ini Penyebabnya


Selasa, 23 Mei 2023 / 17:38 WIB
Realisasi Belanja Infrastruktur Menurun, Ini Penyebabnya
ILUSTRASI. Kabut tipis menyelimuti proyek pembangunan jalan Bojong Gede-Parung di Bogor, Jawa Barat, Rabu (25/11/2020) pagi. KONTAN/Baihaki


Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah masih menyalurkan anggaran prioritas pada tahun 2023, salah satunya anggaran infrastruktur.  Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut, hingga akhir April 2023, realisasi belanja infrastruktur mencapai Rp 59,7 triliun. 

Ini menurun 2,4% bila dibandingkan dengan realisasi belanja infrastruktur April 2022 yang sebesar Rp 61,1 triliun. 

"Realisasi belanja infrastruktur hingga 30 April 2022 yang lebih tinggi karena ada pencairan pembiayaan LMAN Rp 10 triliun," tutur Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa, Senin (22/5). 

Sehingga dengan kata lain, penurunan belanja perlindungan sosial bila dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya, lebih karena faktor basis tinggi.  Selain itu, dampak libur Idul Fitri pada April 2023 juga memengaruhi kinerja proyek-proyek pembangunan infrastruktur. 

Baca Juga: Belanja Perlindungan Sosial Turun, Sri Mulyani Beri Penjelasan

Sri Mulyani pun memerinci pemanfaatan anggaran tersebut. Dari datanya, ia menyalurkan sekitar Rp 34,4 triliun untuk belanja K/L. 

Ini terdiri dari Rp 22,8 triliun dari Kementerian PUPR untuk pembangunan jalan, jembatan, bendungan, jaringan irigasi, sarana dan prasarana pendidikan, sarpras air minum, sarpras sanitasi, dan bantuan stimulan swadaya. Kemudian, Rp 8,2 triliun dari Kementerian Perhubungan untuk rel kereta api, bandara, dan pelabuhan laut. 

Selain belanja K/L, pemerintah juga menggelontorkan Rp 19,3 triliun melalui Transfer ke Daerah untuk peningkatan kemantapan jalan, serta perluasan dan peningkatan SPAM Jaringan Perpipaan. 

Pemerintah juga merealisasikan pembiayaan sebesar Rp 6,0 triliun, yaitu realisasi FLPP untuk penyaluran pembiayaan perumahan kepada 16.647 unit rumah. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×