kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45989,59   -6,37   -0.64%
  • EMAS998.000 -0,60%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Realisasi Anggaran Kesehatan Menurun 11% di Pertengahan Tahun 2022


Minggu, 03 Juli 2022 / 13:30 WIB
Realisasi Anggaran Kesehatan Menurun 11% di Pertengahan Tahun 2022
ILUSTRASI. Realisasi Anggaran Kesehatan Menurun 11% di Pertengahan Tahun. ANTARA FOTO/Kompas/Heru Sri Kumoro/Pool/aww.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Realisasi anggaran untuk kesehatan mulai mengalami penurunan di pertengahan tahun ini, sejalan dengan melandainya kasus pandemi Covid-19.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan, realisasi anggaran Kesehatan hingga semester I 2022 mencapai Rp 74,2 triliun. Hal ini berbanding terbalik dengan alokasi anggaran pada periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 83,5 triliun.

“Realisasi ini turun 11% dari tahun lalu yang mencapai Rp 83,5 triliun,” tutur Sri Mulyani  saat melakukan rapat kerja bersama Banggar DPR RI, Jumat (1/7).

Menurutnya, anggaran Kesehatan mengalami penurunan seiring dengan perbaikan penanganan pandemi Covid-19 yang pada semester I mencapai Rp 28,2 triliun, sementara di periode yang sama tahun sebelumnya Rp 44,1 triliun.

Baca Juga: Realisasi Belanja Pemerintah Pusat Tumbuh 6,3% pada Semester I 2022

Meski begitu, Ia menegaskan belanja kesehatan non covid akan tetap berjalan seperti pembelian Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Adapun, alokasi pembagian insentif serta kesehatan yang non Covid-19.

Hal ini terbukti dengan realisasinya yang jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Di semester I 2022 realisasinya mencapai Rp 46 triliun, sementara di semester I 2021 sebanyak Rp 39,4 triliun.

Adapun jika dilihat lebih rinci, realisasi anggaran Kesehatan ini utamanya dipengaruhi oleh kinerja belanja K/L, utamanya didukung belanja Kementerian Kesehatan sebesar Rp 54,6 triliun antara lain untuk PBI JKN  dan pembayaran klaim pasien.

Baca Juga: Semester I 2022, Realisasi Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Tumbuh 56,1%

Kemudian, kinerja belanja non K/L untuk Jamkes PNS/pejabat negara/Polri/TNI realisasinya sebanyak Rp 4,8 triliun dan insentif pajak DTP Kesehatan Rp 2 miliar.

Lalu, untuk kinerja transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) utamanya digunakan untuk Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) Rp 6,2 triliun dan dana desa untuk penanganan Covid-19 Rp 2,7 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×