kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.012   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.108   66,24   1,10%
  • KOMPAS100 801   11,17   1,41%
  • LQ45 609   8,67   1,45%
  • ISSI 211   1,35   0,64%
  • IDX30 343   4,64   1,37%
  • IDXHIDIV20 429   6,16   1,46%
  • IDX80 91   1,30   1,44%
  • IDXV30 117   1,58   1,37%
  • IDXQ30 111   1,61   1,48%

Rachmawati mau bawa massa 20.000 ke DPR/MPR


Rabu, 07 Desember 2016 / 17:09 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Rachmawati Soekarnoputri membantah pihaknya punya niat untuk menduduki gedung DPR/MPR pada saat 2 Desember 2016 lalu.

Rachmawati mengatakan, pihaknya berencana ke DPR/MPR untuk menyampaikan petisi untuk mengembalikan Undang-Undang Dasar 1945 kembali ke awal, sekaligus solidaritas aksi doa bersama 2 Desember.

Rachmawati menjelaskan, keinginannya untuk meminta agar UUD 1945 dikembalikan ke awal sudah dilakukan sejak tahun lalu, ketika bertemu Ketua MPR Zulkifli Hasan. Dan permintaannya itu terus berlanjut sampai ketika ia bertemu Zulkifli lagi di Muktamar Ikatan Mahasiswa Muhamadyah (IMM).

Menurut Rachmawati, sebenarnya ia sudah membuat surat ke polisi untuk ke DPR MPR.

"Kepada kepolisian, bahwa kami akan ke MPR dalam rangka solidaritas bela Islam dan kedua tujuannya kembali ke UUD 45 dan menyampaikan petisi ke pimpinan DPR," kata Rachmawati dalam jumpa pers di kediamannya di Jalan Jatipadang Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (7/12).

Diakuinya, ia akan ke DPR/MPR dengan diikuti massa sekitar 10.000-20.000 orang. Massanya itu diklaim bagian dari aksi penyerahan petisi tersebut. Ia membantah kalau massa itu untuk menunggangi aksi doa bersama di Monas.

"Saya coba mengatakan, kami jangan dituding menunggangi aksi GNPF. Ini aksi kami sendiri. Kalau meraka sendiri mau ke sana, itu urusan mereka," ujar Rachmawati.

Dia juga mengaku, sebelum datang untuk bawa petisi itu, ia menghubungi Ketua MPR Zulkifli Hasan. Ia menyatakan, untuk menyerahkan petisi, pihaknya yang akan meminta pimpinan DPR MPR yang keluar menemui.

"Kami tidak masuk ke gedung DPR MPR. Kami tetap berada di luar dalam rangka beri petisi ke DPR MPR dan meminta pimpinan DPR MPR itu menemui di luar gedung," ujar Rachmawati.

"Jadi tidak ada upaya untuk kami mendudukin gedung DPR MPR. Itu instruksi saya berikan berkali-kali, walaupun ada celotehan gini-gini, tidak," ujar dia. (Robertus Belarminus)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×