kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   40.000   1,41%
  • USD/IDR 17.163   -11,00   -0,06%
  • IDX 7.559   -34,73   -0,46%
  • KOMPAS100 1.040   -10,36   -0,99%
  • LQ45 744   -12,17   -1,61%
  • ISSI 273   -1,59   -0,58%
  • IDX30 401   -0,83   -0,21%
  • IDXHIDIV20 487   -2,68   -0,55%
  • IDX80 116   -1,41   -1,20%
  • IDXV30 139   0,63   0,45%
  • IDXQ30 128   -0,94   -0,72%

Purbaya Tolak Tawaran Pinjaman Utang dari IMF & World Bank: Fiskal RI Masih Aman


Selasa, 21 April 2026 / 20:26 WIB
Purbaya Tolak Tawaran Pinjaman Utang dari IMF & World Bank: Fiskal RI Masih Aman
ILUSTRASI. Indonesia tolak tawaran pinjaman US$ 30 miliar dari IMF dan World Bank


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah mengaku mendapat tawaran pinjaman baru dari International Monetary Fund (IMF) dan World Bank senilai US$ 20 miliar hingga US$ 30 miliar. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Indonesia belum membutuhkan tambahan utang tersebut.

Tawaran itu disampaikan dalam rangkaian Spring Meeting IMF–World Bank di Washington D.C. pekan lalu, di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Meski demikian, pemerintah memilih untuk tidak mengambil pinjaman tersebut karena menilai kondisi fiskal domestik masih cukup kuat.

“Saya bilang sama mereka, sekarang saya belum butuh karena kita punya cadangan hampir US$ 25 miliar atau sekitar Rp 428,55 triliun. Jadi aman,” ujar Purbaya kepada awak media di Kementerian Keuangan, Selasa (21/4/2026).

Baca Juga: Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampak ke Harga Beras dan Gula

Ia menjelaskan, cadangan tersebut dinilai cukup untuk meredam potensi gejolak eksternal, termasuk dampak dari konflik global terhadap perekonomian nasional. Oleh karena itu, pemerintah tidak melihat urgensi untuk menambah pembiayaan dari luar negeri dalam waktu dekat.

Purbaya juga mengungkapkan respons dari pihak IMF dan Bank Dunia saat mengetahui keputusan Indonesia menolak tawaran pinjaman tersebut. Menurutnya, kedua lembaga tersebut menunjukkan reaksi yang berbeda setelah mendengar keputusan tersebut.

“Mukanya asem karena tidak bisa menyalurkan pinjaman. Tapi bagi kita, kondisi yang ada harus dimanfaatkan seoptimal mungkin,” ujarnya.

Lebih lanjut, Purbaya menegaskan bahwa kebijakan fiskal pemerintah dirancang secara hati-hati dengan mempertimbangkan berbagai skenario, baik dalam kondisi tekanan maupun peluang. Penggunaan instrumen pembiayaan dilakukan secara terukur agar tidak menimbulkan risiko jangka panjang bagi perekonomian.

“Kalau lebih kita pakai, kalau kurang juga kita pakai. Yang penting kebijakan kita desain dengan baik dan dihitung dampaknya,” tegasnya.

Baca Juga: Realisasi Investasi Kuartal I-2026 Capai Rp 498,7 Triliun

Menurutnya, keputusan menolak tawaran pinjaman tersebut sekaligus mencerminkan keyakinan pemerintah terhadap ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Di tengah ketidakpastian global, pemerintah memilih mengoptimalkan sumber daya internal serta menjaga disiplin fiskal.

Langkah ini juga dinilai menjadi sinyal positif bagi investor bahwa Indonesia masih memiliki ruang fiskal yang memadai dan tidak bergantung pada pembiayaan eksternal dalam jangka pendek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×