Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Indonesia tidak membutuhkan bantuan pendanaan dari International Monetary Fund (IMF).
Pernyataan ini disampaikan usai pertemuan dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva di Washington, D.C, Selasa (14/6/2026).
"IMF tidak punya otoritas melakukan hal itu. Tapi mereka menyediakan dana bantuan untuk negara-negara yang membutuhkan," kata Purbaya dalam keterangannya, dikutip Kamis (16/4/2026).
Purbaya mengaku sempat menanyakan kepada IMF terkait kemungkinan kebijakan khusus untuk membantu negara menghadapi ketidakpastian global.
Ia menilai IMF tidak memiliki kewenangan untuk membuat kebijakan khusus guna meredam gejolak ekonomi global.
Baca Juga: Risiko Energi Global Meningkat, Ini Strategi yang Disarankan Prasasti
Purbaya menyampaikan, IMF tetap menyediakan dana bantuan bagi negara yang membutuhkan. Namun Indonesia tidak berada pada posisi tersebut.
Kondisi fiskal dinilai masih cukup kuat. Pemerintah juga memiliki bantalan anggaran yang memadai.
Purbaya menyebut bantalan fiskal Indonesia mencapai Rp 420 triliun. Jumlah ini dinilai cukup untuk menghadapi berbagai risiko global.
Ia juga menyampaikan penilaian IMF terhadap kondisi ekonomi Indonesia.
Menurut Purbaya, IMF melihat ketahanan ekonomi Indonesia masih terjaga di tengah tekanan global.
IMF sempat mempertanyakan bagaimana Indonesia mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
Baca Juga: Pedagang Pasar Jakarta Sebut Distribusi Minyakita di Pasar Belum Seimbang
Purbaya menjelaskan pemerintah telah melakukan penyesuaian kebijakan ekonomi sejak akhir tahun lalu.
Langkah ini membuat perekonomian nasional memiliki ruang lebih besar untuk menyerap guncangan eksternal.
Pemerintah juga menyiapkan kebijakan untuk meredam dampak fluktuasi harga energi dan ketidakpastian geopolitik.
"Jadi ekonomi kita sudah mengalami kecepatan ketika ada tambahan shock dari ketidakpastian global dari harga minyak yang tinggi, sehingga kita bisa menyerap shock yang terjadi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













