Reporter: kompas.com | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Puncak arus balik Lebaran 2026 gelombang kedua diprediksi terjadi pada Minggu (29/3/2026). Skenario rekayasa lalu lintas pun disiapkan, termasuk sistem satu arah (one way).
"Oleh sebab itu kami semuanya masih berada di lapangan untuk mengamankan duta-duta arus balik yang saat ini masih aglomerasi kegiatan di kampung halaman yang dimungkinkan nanti pada tanggal 29 itu ada puncak balik yang kedua. Ini kita sudah siap," kata Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).
Agus mengatakan, meskipun Operasi Ketupat 2026 resmi berakhir pada Rabu (25/3/2026), seluruh personel kepolisian masih disiagakan di lapangan melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).
Lebih lanjut, Korlantas juga menyiapkan sistem one way secara situasional pada puncak arus balik kedua.
Baca Juga: Pemerintah Klaim Telah Revitalisasi 16.062 Sekolah hingga 11 Maret 2026
Hal itu dengan mengacu pada parameter volume kendaraan di gerbang tol, khususnya di Kalikangkung.
Jika jumlah kendaraan mendekati 4.000 unit, maka skema one way berpotensi diberlakukan. Namun, jika masih berada di bawah ambang batas sekitar 2.500 hingga 3.800 kendaraan, arus lalu lintas akan tetap dilayani dua arah.
“One Way sepenggal, one way nasional itu tentunya kita sudah mempersiapkan emergency plan," ungkapnya.
Ia menegaskan, setiap penerapan rekayasa lalu lintas akan diawali dengan sosialisasi dan sterilisasi jalur, sehingga masyarakat dapat menyesuaikan perjalanan.
Korlantas mencatat, hingga saat ini masih terdapat sekitar 42 persen kendaraan pemudik yang belum kembali ke Jakarta.
Menurut Agus, para pemudik tersebut masih melakukan aktivitas di kampung halaman, baik untuk bersilaturahmi maupun berwisata.
“Ini masih kita kelola. Tentunya Mabes Polri, Operasi Ketupat sudah selesai tetapi kegiatan rutin Kepolisian ditingkatkan," tutur Agus.
Dia menegaskan, meski Operasi Ketupat telah ditutup, pengamanan tetap dilakukan secara maksimal melalui KRYD.
Pengawasan difokuskan pada lima klaster utama, yakni jalan arteri, jalan tol, simpul transportasi, tempat ibadah, dan kawasan wisata.
“Semua anggota masih berada di lapangan untuk mengantisipasi harkamtibmas termasuk juga arus balik yang kedua," ujarnya.
Baca Juga: BNPB Targetkan Rehabilitasi Pascabencana Sumatra Dimulai 1 April 2026
Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/03/26/12473341/puncak-arus-balik-gelombang-kedua-diprediksi-29-maret.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













