kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.923   27,00   0,16%
  • IDX 7.164   -138,03   -1,89%
  • KOMPAS100 989   -24,52   -2,42%
  • LQ45 732   -14,72   -1,97%
  • ISSI 252   -6,20   -2,41%
  • IDX30 398   -8,38   -2,06%
  • IDXHIDIV20 499   -11,65   -2,28%
  • IDX80 112   -2,43   -2,13%
  • IDXV30 136   -1,81   -1,31%
  • IDXQ30 130   -3,03   -2,28%

Pemerintah Klaim Telah Revitalisasi 16.062 Sekolah hingga 11 Maret 2026


Kamis, 26 Maret 2026 / 13:09 WIB
Pemerintah Klaim Telah Revitalisasi 16.062 Sekolah hingga 11 Maret 2026
ILUSTRASI. Penyediaan hunian penyintas bencana Sumatera (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kantor Staf Kepresidenan (KSP) melaporkan, progres program revitalisasi sekolah telah menunjukkan hasil signifikan dengan capaian realisasi fisik yang hampir menyentuh target total per pertengahan Maret 2026.

Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari menyatakan, program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas fasilitas belajar, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi ekonomi lokal. Hingga 11 Maret 2026, tercatat sebanyak 16.062 sekolah telah menyelesaikan proses pembangunan.

"Data yang diterima KSP menunjukkan bahwa setiap satu sekolah rata-rata melibatkan sekitar 22 pekerja dari masyarakat setempat. Jadi ada 16.000 titik yang bergerak dengan sekian jumlah pekerja. Secara keseluruhan, tercatat 238.131 pekerja yang terlibat dalam program ini," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu (25/3).

Baca Juga: BNPB Targetkan Rehabilitasi Pascabencana Sumatra Dimulai 1 April 2026

Qodari memerinci, dari total target 16.167 sekolah yang ditetapkan untuk periode tersebut, saat ini hanya tersisa 105 sekolah yang masih dalam proses penyelesaian. Program ini mencakup perbaikan ruang belajar, lingkungan sehat termasuk toilet, hingga fasilitas pembelajaran yang optimal.

Selain menyerap ratusan ribu tenaga kerja, proyek ini diklaim menghidupkan sekitar 58.000 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai sektor. 

"Program ini juga menyumbang pada pendapatan daerah melalui pajak dan konsumsi lokal," tambahnya.

Realisasi ini melampaui rencana awal tahun 2025 yang hanya menargetkan 10.000 sekolah. Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, target tersebut dinaikkan menjadi 16.167 sekolah sebagai bentuk investasi jangka panjang dalam membangun generasi masa depan.

Memasuki tahun 2026, pemerintah telah mengalokasikan anggaran jumbo sebesar Rp 14,1 triliun untuk merevitalisasi 11.744 satuan pendidikan. Namun, ambisi pemerintah tidak berhenti di situ karena terdapat rencana untuk memperluas target hingga mencapai 60.000 sekolah.

Untuk mendukung penambahan target tersebut, pemerintah tengah mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 89,5 triliun. Saat ini, usulan tersebut masih dalam proses pembahasan lebih lanjut melalui Kementerian Keuangan.

Qodari menegaskan, masifnya anggaran dan cakupan wilayah program ini menjadi bukti keseriusan pemerintah di sektor pendidikan. "Jadi kalau kita lihat, ini komitmen Presiden Prabowo untuk pendidikan sangat kuat," pungkasnya.

Baca Juga: Harga Pangan Pasca-Lebaran 2026 Masih Stabil, Kenaikan Masih Wajar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×