kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.706   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.375   3,88   0,06%
  • KOMPAS100 843   -0,30   -0,03%
  • LQ45 639   4,26   0,67%
  • ISSI 228   -0,18   -0,08%
  • IDX30 365   3,71   1,03%
  • IDXHIDIV20 453   5,99   1,34%
  • IDX80 97   0,22   0,22%
  • IDXV30 125   -0,14   -0,11%
  • IDXQ30 119   1,69   1,44%

PSN Wanam Didorong Jadi Lumbung Pangan Nasional, Progres Infrastruktur 100%


Rabu, 20 Mei 2026 / 12:36 WIB
PSN Wanam Didorong Jadi Lumbung Pangan Nasional, Progres Infrastruktur 100%
ILUSTRASI. Food Estate di Kalteng (Dok/Kementerian PUPR)


Reporter: TribunNews | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proyek Strategis Nasional (PSN) lumbung pangan atau food estate di Wanam, Merauke, Papua Selatan, dipastikan tidak memiliki kaitan dengan film "Pesta Babi" yang belakangan ramai diperbincangkan. 

Pemerintah dan sejumlah pihak menegaskan proyek cetak sawah seluas 1 juta hektare itu harus tetap dilanjutkan sebagai bagian dari agenda ketahanan pangan nasional.

Film karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale tersebut menyoroti perjuangan masyarakat adat di Papua Selatan dalam mempertahankan tanah dan hutan adat dari proyek berskala besar.

Namun, pihak terkait menegaskan bahwa lokasi dalam film itu tidak berada di kawasan PSN Wanam.

Baca Juga: Godzilla El Nino Mengancam Lumbung Pangan

"Menurut saya kebijakan PSN Wanam ini cukup visioner, karena ke depan negara global pun akan fokus dengan isu pangan masing-masing. Kalau Indonesia sampai defisit pangan, itu lebih berbahaya,: kata Direktur Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, Selasa (19/5/2026).

Ia menilai proyek cetak sawah di Wanam diarahkan untuk memperkuat kemandirian pangan nasional, mulai dari swasembada beras, penciptaan lapangan kerja di pedesaan, hingga peningkatan pendapatan petani yang diperkirakan dapat naik 20%–30%. Selain itu, lahan tidur juga diharapkan dapat dimanfaatkan menjadi lahan produktif.

Iwan juga menanggapi kritik yang muncul dari film tersebut sebagai bagian dari kebebasan berekspresi. Namun, ia mengingatkan agar tidak ada upaya delegitimasi terhadap program pemerintah.

“Itu hak demokrasi dalam bentuk kreativitas film. Yang menjadi masalah jika digunakan untuk agenda politik terselubung,” ujarnya.

Terkait isu lingkungan, ia meyakini pemerintah telah melakukan kajian sesuai aturan yang berlaku. Ia juga menekankan pentingnya menjaga optimisme di tengah tekanan ekonomi global.

Baca Juga: Arahan Prabowo, Luhut Pimpin Rapat Percepatan Riset untuk Ketahanan Pangan Nasional

Di sisi lain, pembangunan PSN Wanam di Papua Selatan disebut menunjukkan progres signifikan. Sejumlah fasilitas utama bahkan telah rampung 100 persen, termasuk area jetty multipurpose dan sistem *solar cell*.

“Untuk progres area jetty multipurpose sudah mencapai 100 persen,” ujar salah satu petugas proyek.

Selain itu, tangki HSD berkapasitas 5.000 metrik ton telah mencapai 97 persen, sementara *warehouse multipurpose* sudah 88 persen. Sistem energi solar cel juga telah selesai sepenuhnya.

Kehadiran proyek tersebut disebut membawa dampak positif bagi masyarakat lokal, terutama dalam membuka akses pembangunan hingga ke wilayah kampung dan dusun.

“Bukan karena kita saja yang bisa menikmati, tapi sampai anak-cucu kami nanti,” kata warga Tarsan Balagaize.

Baca Juga: Pasokan Pangan Aman! Target Irigasi 750.000 Ha Dikebut Kementerian PU

Ia menilai program pemerintah pusat tersebut membuka peluang kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakat Papua Selatan. Warga juga menyampaikan apresiasi atas pembangunan yang kini menjangkau wilayah yang sebelumnya minim infrastruktur.

Wanam sendiri diproyeksikan menjadi pusat Cadangan Pangan Nasional melalui pengembangan lahan cetak sawah baru seluas 1 juta hektare. Proyek ini juga mencakup pembangunan ekosistem pendukung seperti jaringan irigasi, industri biodiesel, hingga penguatan pertahanan negara.

Proyek yang dikerjakan Jhonlin Group ini tidak hanya berfokus pada pembukaan lahan pertanian, tetapi juga membangun sistem ekonomi dan logistik terpadu, dengan konektivitas sebagai kunci utama pengembangannya.

Sumber: https://wartakota.tribunnews.com/news/890286/proyek-food-estate-wanam-papua-selatan-tak-terkait-film-pesta-babi?page=all.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×