kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Presiden lalai angkat jaksa agung


Kamis, 23 September 2010 / 20:37 WIB


Reporter: Gloria Natalia | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Pakar hukum tata negara, Saldi Isra, menjelaskan polemik soal masa jabatan jaksa agung Hendarman Supandji saat ini merupakan akibat dari kelalaian presiden.

Menurutnya, bentuk kelalaian itu yakni karena presiden tidak mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Presiden untuk mengangkat Hendarman sebagai jaksa agung. Presiden juga lalai melantik Hendarman.

"Jabatan jaksa agung mengikuti periode kabinet. Ketika orang-orang di kabinet berikutnya sama, maka jaksa agung juga mengikuti. Itu kelalaian dari sekitar kantor presiden," papar Saldi kepada KONTAN.

Bila saat ini masa Jabatan Hendarman sudah menjadi polemik, lantas apa solusinya? "Presiden harus segera memilih dan melantik jaksa agung baru lewat Keputusan Presiden (Keppres). Atau jika ingin pertahankan Hendarman, presiden harus keluarkan SK,” jelas Saldi.

Guru Besar Hukum dari Universitas Andalas itu pun menekankan presiden harus segera mengeluarkan putusan biar polemik ini usai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×