kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.168.000   165.000   5,49%
  • USD/IDR 16.776   42,00   0,25%
  • IDX 8.232   -88,35   -1,06%
  • KOMPAS100 1.139   -9,43   -0,82%
  • LQ45 813   0,48   0,06%
  • ISSI 296   -9,48   -3,11%
  • IDX30 422   3,70   0,88%
  • IDXHIDIV20 501   7,26   1,47%
  • IDX80 126   -0,89   -0,70%
  • IDXV30 136   -1,76   -1,27%
  • IDXQ30 136   1,46   1,09%

Prediksi BI: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun Ini 4,7%-5,5%


Kamis, 18 Januari 2024 / 06:02 WIB
Prediksi BI: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun Ini 4,7%-5,5%
ILUSTRASI. BI optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 akan meningkat dari tahun 2023.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek ekonomi Indonesia tahun ini meningkat. Bank Indonesia (BI) meyakini, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 akan lebih baik dari tahun 2023. 

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini mungkin berada di kisaran 4,7% yoy hingga 5,5% yoy, atau lebih tinggi dari outlook 2023 yang sebesar 4,5% yoy hingga 5,3% yoy. 

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini didukung permintaan domestik,” terang Perry dalam konferensi pers, Rabu (17/1). 

Perry  bilang, pertumbuhan permintaan domestik sejalan dengan adanya pemilihan umum (pemilu) dan peningkatan investasi khususnya bangunan, karena berlanjutnya Proyek Strategis Nasional (PSN) termasuk ibu kota negara baru. 

Baca Juga: Bos BI Ramal Pertumbuhan Ekonomi Global 2024 Melambat

Sementara itu, kinerja ekspor diyakini belum kuat. Sebagai dampak dari perlambatan ekonomi global dan penurunan harga komoditas. 

Sedangkan bila dilihat dari lapangan usaha, BI yakin, pertumbuhan akan menguat pada industri manufaktur, perdagangan besar dan eceran, informasi dan komunikasi, serta konstruksi, juga transportasi dan pergudangan. 

Kemudian bila melihat pertumbuhan secara spasial, prospek baik terjadi di seluruh wilayah, terutama Sulawesi, Maluku, Papua, dan Jawa. 

“Di daerah Sulampua karena adanya hilirisasi mineral. Sedangkan di Pulau Jawa karena permintaan domestik yang kuat,” tambah Perry. 

Lebih lanjut, Perry bilang, BI akan memperkuat stimulus makroprudensial dan sinergi dengan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama dari sisi permintaan domestik. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×