Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mengusulkan M. Sardjito sebagai calon Kepala Bursa Mineral dan Komoditas Strategis.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani menindaklanjuti surat presiden (supres) yang diterima DPR.
Nantinya uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test akan segera diproses oleh Komisi XI DPR RI.
Baca Juga: Kemenhaj Buka Seleksi Petugas Kesehatan Haji 2027, Pendaftaran Mulai 20 Agustus 2026
"Pak M. Sardjito yang nantinya akan diproses sesuai dengan mekanismenya di Komisi XI," ujar Puan dalam Konferensi Pers di DPR usai Rapat Paripurna, Selasa (18/8/2026).
Diberitakan KONTAN sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mematangkan persiapan operasional Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) yang ditargetkan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi membeberkan, persiapan BMKS saat ini dilakukan secara intensif bersama sejumlah pihak, termasuk Danantara dan pihak terkait lainnya.
"Kita sudah meeting secara maraton. Saya merasa persiapan ini sangat luar biasa oleh OJK, kemudian BIMS yang Prof. Bryan, kemudian Danantara juga. Sinerginya sangat luar biasa," ujar wanita yang akrab disapa Kiki usai konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027, Jumat (14/8/2026).
Kiki bilang, sejumlah mineral dan komoditas yang bakal masuk ke dalam BMKS pun telah ditetapkan.
Baca Juga: Hari Keempat Gempa NTT, Basarnas Alihkan Operasi SAR ke Penguatan Kesehatan
Namun, ia tak membeberkan rinciannya karena OJK masih menunggu Peraturan Presiden (Perpres) sebagai dasar lebih lanjut terkait penyelenggaraan bursa tersebut.
Di luar itu, ia mengaku pihaknya juga telah mempersiapkan struktur pendukung BMKS, mulai dari pihak yang akan menjadi penyelenggara bursa, lembaga kliring, hingga lembaga penyimpanan dan penyelesaian yang menjalankan fungsi seperti KSEI di pasar modal.
Tak hanya infrastruktur pasar, Kiki bilang, pihaknya juga menaruh perhatian besar pada kesiapan ekosistem BMKS.
Pasalnya, operasional bursa mineral dan komoditas strategis tak hanya membutuhkan sistem perdagangan, tetapi juga infrastruktur fisik untuk memastikan komoditas yang diperdagangkan benar-benar tersedia dan memenuhi standar.
Ekosistem tersebut, lanjut Kiki, antara lain mencakup sistem pergudangan, pengecekan kualitas, serta mekanisme untuk memastikan keberadaan fisik komoditas.
Baca Juga: Belanja Perpajakan 2027 Melambat, Pengamat Soroti Pengetatan Insentif
Bahkan, kata Kiki, simulasi sistem bursa BMKS telah dilakukan. Sistem tersebut nantinya juga bakal didukung teknologi untuk memantau pergerakan komoditas, termasuk mobilitas kendaraan pengangkut komoditas hingga aktivitas di gudang penyimpanan.
Friderica menegaskan bahwa BMKS ditargetkan langsung beroperasi pada 1 Januari 2027. Dari OJK sendiri menargetkan rancangan POJK terkait dapat rampung selambatnya 17 September 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
